Penyuluh Agama Islam Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SMPN 3 Jatiyoso

Karanganyar – Tugas Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS sekarang tidak hanya berkutat memberikan penyuluhan masalah keagamaan saja. Tetapi ada tugas baru yang harus dilakukan sesuai dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam No 298 Tahun 2017 tentang pedoman PAI Non PNS. Atas dasar itulah Penyuluh PNS dan Non PNS Kecamatan Jatiyoso menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa-siswi di SMPN 3 Jatiyoso, Jum'at (02/03).

Penyelenggaraan sosialisasi bahaya narkoba ini atas kerjasama antara delapan orang penyuluh agama Islam non PNS yang dipimpin oleh seorang penyuluh PNS, Sri Lestari dengan lembaga pendidikan terkait. Dalam wawancara singkatnya, Sri Lestari mengatakan bahwa sosialisasi bahaya narkoba ini sudah dilakukan pada dua sekolah, di SMPN 4 Jatiyoso pada bulan Februari dan di SMPN 3 Jatiyoso bulan Maret ini.

“Sosialisasi bahaya narkoba ini merupakan program penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS Kecamatan Jatiyoso yang bekerjasama dengan lembaga pendidikan. Saat ini kami melakukan sosialisasi di SMPN 3 Jatiyoso, dan bulan Februari kemarin dilaksanakan di SMPN 4 Jatiyoso,” terang Sri Lestari.

Kegiatan yang terselenggara di halaman sekolah ini diikuti ratusan siswa-siswi SMPN 3 Jatiyoso pada pagi hari sebelum pelaksanaan jam mengajar dimulai. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 3 Jatiyoso, Kasi Kesos Kecamatan dan Guru-guru mata pelajaran.

Kepada siswa-siswi SMPN 3, Sri Lestari mengatakan agar mewaspadai perkembangan teknologi informasi dan teknologi, khususnya media sosial. Menurutnya perkembangan TIK banyak sisi positifnya, namun ada juga sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan media sosial sebagai pintu masuk penyebaran narkoba.

“Dalam perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini kita harus waspada, terutama remaja. Perlu ada pendampingan dari orang tua dan lingkungan agar kita tidak terpengaruh serta terjerumus oleh mereka yang tidak bertanggung jawab menyebarkan narkoba melalui media sosial,” tukas Sri.

Lebih lanjut Sri Lestari juga menyarankan kepada remaja untuk mengisi kesehariannya dengan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler dan mengikuti kajian Islamiyah di lingkungannya. “Isi keseharian adek-adek dengan kegiatan positif semisal bimbingan rohani, ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah, kajian Islamiah, bimbingan konsultasi, dan lain sebagainya,”pungkasnya kepada anak didik SMPN  Jatiyoso.

Di akhir acara, penyuluh agama Islam memberikan kenang-kenangan kepada siswa yang berani berpendapat tentang tema bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa. Tujuannya tidak lain untuk melatih mental para siswa agar berani menyuarakan untuk berpendapat. (ida-hd/Wul)