Penyuluh Agama Islam Upayakan Pakai Medsos sebagai Medium Dakwah

Tegal – Dalam rangka melakukan pembinaan, pemahaman dan penyuluhan agama kepada masyarakat sebagai perpanjangan informasi Kementerian Agama, maka Penyuluh Agama Islam sudah saatnya mengatur strategi berdakwah melalui media sosial (medsos), seperti yang disampaikan KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan dalam acara Pembinaan Penyuluh Agama Islam dan Pelatihan Jurnalistik, Selasa (27/03) di Aula Kantor.

Hadir dalam acara tersebut KakanKemenag Kota Tegal, Akhmad Farkhan, Kasi Bimas Islam, Akhmad,  Pemred Radar Tegal, M. Fatkhurohman dan sebanyak 40 Penyuluh Agama Islam baik yang berstatus PNS dan Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama KotaTegal.

Terkait dengan tugas penyuluh sebagai mata dan telinga dari Kementerian Agama, maka Akhmad Farkhan berharap kepada para penyuluh Agama Islam baik yang berstatus PNS maupun Non PNS harus netral, tanggalkan baju organisasi dan jangan saling mendangkalkan satu sama lain.

Selain itu, Akhmad berpesan ketika memberikan pembinaan harus mengetahui situasi dan kondisi audien yang dibina, apalagi melalui medsos, maka harus betul-betul terkontrol, karena paradigma (pola pikir) berdakwah saat ini sudah mengalami nilai pergeseran.

Antara dakwah cetak dengan oral (dakwah yang berhubungan dengan lisan) itu sudah saatnya kita pindah mengatur strategi dakwah lewat media digital. Itu hal yang sangat penting harus kita bicarakan, “ajak Farkhan

Berikan materi secara bersambung supaya sempurna jangan terpotong-potong dan monoton, berikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan harus ada target sehingga dalam melakukan pembinaan akan terukur, “pesannya.

Sementara itu, menurut Pemimpin Redaksi Radar Tegal, M. Fatkhurohman mengatakan, jangan sungkan untuk belajar, apalagi kita sebagai penyuluh harus mengetahui mana berita yang benar, mana berita hoax.

Berita sebenarnya syaratnya cukup 2, menarik dan penting. Yang dimaksud menarik terutama adalah judulnya, sampaikan berita yang terbaru dan lagi trend saat ini.

Sedangkan yang dimaksud dengan penting adalah bahan-bahan berita harus fakta, bisa dipercaya sumbernya, kelengkapan dari 5 W + 1 H. Yaitu, apa, siapa, kapan, dimana, bagaimana dan kenapa. Ditambah 1 W lagi yaitu what next, “terangnya.

"Hati-hati baca berita. Mana berita palsu, mana berita yang dibikin-bikin. Dan mana informasi yang benar. Ini sebuah perkembangan luar biasa yang harus dipahami.

Dakwah melalui media sosial adalah jalan terkini dan strategis menjadi medium penyampaian dakwah, oleh karena itu kita harus waspada dalam penyampaian berita, hindari sumber berita yang tidak jelas, agar keakurasian fakta bisa dipercaya, “ jangan lah sungkan untuk selalu belajar,"ungkapnya. (im/rf)