Penyuluh Agama sebagai Penyejuk Umat

Blora – Plt Kepala Kantor Kemenag Kab. Blora, melalui Kasi Bimas Islam Kankemenag Blora, Maspuin dalam acara pembinaan penyuluh Agama Islam yang diaula Kankemenag Kab. Blora, pembinaan dihadiri para penyuluh se Kab. Blora bar baru ini.

Dalam arahannya  Maspuin menyampaikan, tantangan Penyuluh Agama sekarang ini sangat kompleks, sebab saat ini Penyuluh Agama berhadapan dengan tatanan masyarakat yang multikultural dengan bahasa, adat istiadat, kebudayaan, politik dan keyakinan yang berbeda.

“saat ini penyuluh sangat mempunyai fungsi yang signifikan yakni meberikan pemahaman kedamaian, penjelasan agama dan kedewasaan berfikir di masyarakat di tengah ancaman konflik agama yang marak penyuluh baik PNS dan non PNS harus mampu memberikan jawaban”paparya.

Pihaknya juga menjelsakan bahwa tidak bisa dipungkiri sebagai pemeluk suatu agama, maka masing masing umat beragama akan lebih menunjukkan sikap pembelaan terhadap agama dan golongannya,  itu berpotensi menjadi konflik dalam masyarakat sehingga kedewasaan sikap menjadi satu keharusan dalam menyikapi keberagaman tersebut, maka disitulah fungsi penyuluh tersebut.

“dengan adanya kuota pengurangan penyuluh Non PNS diharapkan lebih memberikan kemantapan dan kesungguhan dalam menjalankan tugasnya di masing masing daerah dengan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjadi tokoh mediator dan penyambung lidah umat yang damai dan penyejuk”sambungnya tegas.

Menyikapi realita kehidupan masyarakat yang majemuk tersebut, diperlukan kedewasaaan sikap, sehingga Maspuin berpesan agar penyuluh agama dapat melaksanakan tugasnya sesuai ajaran agamanya tanpa dengan tetap menjaga kerukunan terhadap pemeluk agama lainnya.

Terkaitnya dengan tingginya kerawanan sosial yang dipicu oleh SARA yang akhir-akhir ini sangat mudah terjadi, Maspuin mengintruksikan kepada semua Penyuluh Agama agar jangan sampai menjadi provokator, tetapi dapat menjadi juru penerang  yang baik yang mampu menjembatani perbedaan dan dapat menetralisir konflik yang berkembang.

Maspuin yakin dengan kemampuan dan dasar keilmuan yang dimiliki seorang Penyuluh Agama, akan mampu menjalankan tugas berat yang diembannya, bekerja dengan profesional dan dapat menjadi contoh bagi lingkungannya dalam menghadapi kebhinnekaan yang ada. (Ima/bd)