Penyuluh Agama Ujung Tombak Pembinaan Umat

Salatiga – Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.

Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut, maka Kantor Kementerian Agama  (Kemenag) Kota Salatiga melalui Seksi Bimas Islam melaksanakan Pembinaan Penyuluhan Agama Islam PNS dan Non PNS, Rabu (17/10).

Kegiatan yang diselenggarakan di RM Elang Sari Salatiga dikuti 43 oang Penyuluh Agama Islam baik PNS dan Non PNS. Ikut  hadir  Kasi Bimas Islam, Kapolres, Kepala Badan Kesbangpol, Perwakilan dari BNN Provinsi Jawa Tengah  dan JFU Seksi Bimas Islam.

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, Nurcholis mengatakan seorang Penyuluh Agama Islam harus terus meningkatkan profesonalisme kerja.  Karena menurutnya, makna dari profesionalisme adalah adanya peningkatan kemampuan secara terus menerus  yang mempunyai mutu dan kualitas yang baik.

“Penyuluh Agama Islam adalah ujung tombak Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka ia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Penyuluh Agama Islam harus menjadi inovator di tengah masyarakat, bukan malah menjadi provokator,” tegas Nurcholis.

Olehnya itu ia mengingatkan agar penyuluh dapat berperan maksimal dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama  di masyarakat.

“Disamping itu tidak kalah penting, penyuluh harus bisa menjadi penangkal isu-isu miring di tengah masyarakat, tanggap dengan keadaan, harus mewaspadai provokasi. Disinilah peran penting Penyuluh Agama Islam sebagai pioner yang akan menjadi penerang di tengah masyarakat,” jelasnya.

Akhirnya semua Penyuluh Agama dapat meningkatkan kompetensinya  sehingga masyarakat dapat menerima apa yang diharapkan oleh masyarakat serta memberikan kesejukan serta kedamaian di masyarakat.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan pembinaan perihal sosialisasi pendirian tempat ibadat dan pengisian Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dari Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah. Seluruh peserta antusias dan penuh perhatian mengikuti tahapan kegiatan pembinaan tersebut dari awal hingga akhir. (KK-Mnc/gt)