Penyuluh Bakar Semangat Siswa SMP Muliabangga

Purbalingga – Tidak tabu lagi berbagai bentuk penyimpangan sosial marak terjadi di masyarakat kita. Penyalahgunaan Narkoba, pergaulan bebas antar lawan jenis maupun sesama jenis mengarahkan pelaku tertular virus HIV/AIDS. Perilaku menyimpang tersebut sangat meresahkan para orang tua. Mereka khawatir putra-putrinya terjerumus perilaku menyimpang yang akan merusak masa depan mereka. Berawal dari usulan salah satu wali murid, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Bidang Narkoba dan HIV/AIDS (NHA) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam putaran kedua memilih SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga (Muliabangga) di Losari Kecamatan Rembang, menjadi target sasaran kegiatan. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam, Jumanto dalam kegiatan FKPAI Goes to School di SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga, Selasa (30/10).

Jumanto yang lebih akrab dengan panggilan Kak Jumbo menjelaskan, Tim FKPAI NHA dalam kegiatan tersebut mengusung tema Gelora Semangat Pelajar Indonesia, Mencegah Lebih Baik. Sarjana Psikologi yang juga pendongeng ini mengingatkan 157 siswa-siswi SMP Muliabangga agar menjauhi perbuatan zina dan hati-hati dalam bergaul.

Wa laa taqrobuzzina, dan janganlah mendekati zina. Innahu kaana faakhisyatan wa saa a sabiilaa, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan sejahat-jahat perjalanan. Ayat ini adalah peringatan langsung dari Allah SWT agar manusia tidak melakukan zina. Karena melalui zina inilah virus HIV dan penyakit mematikan seperti AIDS mewabah di bumi. Menularkan virus HIV adalah kejahatan besar karena tanpa disadari manusia satu sama lain saling membunuh dengan pelan-pelan melalui penyakit,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan saat ini sedang menangani kasus orang dengan perilaku gay dan lesbian.

“Jika Adik-adik menemukan teman atau orang laki-laki tetapi berperilaku seperti wanita, atau ada sesama lelaki bermesraan, sesama wanita bermesraan, silakan laporkan kepada saya. Kita akan bantu penanganannya. Perilaku ini juga bisa memicu tertularnya virus HIV,” jelasnya.

Narasumber Komisi Penganggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga, Rina Sangadah yang juga Penyuluh Agama Islam Non-PNS Bidang NHA mengungkapkan, tahun 2010 hingga September 2018 di Kabupaten Purbalingga terdapat 352 kasus terdiri dari 235 positif HIV dan 117 orang penderita AIDS. Sedangkan kasus meninggal 102 orang. Per Januari – September 2018 ada 64 kasus. Terdiri dari 35 orang positif HIV, 29 orang penderita AIDS dan kasus meninggal sebanyak 17 orang. Khusus Kecamatan Rembang tahun 2015 hingga Oktober 2018 ada 9 kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), 6 orang masih hidup dan 3 meninggal.

 “Artinya, Purbalingga sudah darurat ODHA. Di sekitar kita sudah banyak ODHA, termasuk kecamatan Rembang. Makanya Adik-adik yang  kecanduan merokok, hentikan sekarang juga. Yang  kecanduan minum cairan obat batuk dicampur obat anti mabuk perjalanan hentikan sekarang juga. Yang sudah pacaran, putuskan sekarang juga. Yang belum pernah merokok, yang belum pernah nge-fly, yang belum pernah pacaran, jangan coba-coba.  Ketiga hal itu sama sekali tidak penting untuk dicoba. Masa muda kalian jangan disia-siakan, kelak akan menyesal. Jangan sampai  cita-cita terhambat karena perilaku di masa remaja disebabkan  rusaknya kesehatan dan kecerdasan,” tegas Rina. (sri_sar/gt)