Penyuluh Berikan Bimbingan Mental Keagamaan Anak Telantar

Blora – Keberadaan anak jalanan bukan hanya tanggungjawab Kementerian Sosial, namun juga Penyuluh Agama Islam yang berada di lingkungan Bimas Islam Kementerian Agama, juga memiliki tanggungjawab untuk memberikan bimbingan keagamaan dan pencerahan  kepada anak-anak jalanan yang terlantar.

Untuk itu, Sebanyak 40 anak terlantar berusia 8 sampai  11 tahun yang berasal dari desa Ngilen, desa Plosorejo dan Desa Bejirejo Kecamatan Kunduran dari latar belakang keluarga yang berbeda kemaren (16/3) mendapatkan Bimbingan Mental Sosial oleh penyuluh Agama Islam di bawah naungan Kankemenag Blora, yang bertempat di Pendopo Kecamatan Kunduran, Blora.

 

Nunuk Inayatul Ulya Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kab. Blora yang menyampaikan tentang  pentingnya anak-anak jalanan memiliki pondasi agama yang  kokoh agar tetap memiliki akhlak yang baik dan bermoral santun, mengingat kehidupan keras yang mereka alami di jalanan kerap mendistorsi akhlak mereka.

Nunuk juga menyampaikan bahwa anak merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada para orang tuanya, sehingga agar anak bisa menjadi anak penyejuk hati “qurrota a’yun” harus dibekali dengan penanaman rasa taqwa kepada Allah SWT. Di samping itu, bahwa sukses atau gagalnya seseorang, semata bukan tergantung taqdir dan nasib akan tetapi gagal dan suksesnya seseorang membutuhkan perjuangan yang cerdas, keras, dan terus menerus tanpa mengenal lelah.

Untuk itu, meskipun tidak memiliki pendidikan formal, anak-anak harus tetap memiliki semangat dan motivasi terus maju dan memiliki persiapan mental yang baik dalam menyongsong masa depan yang diiiringi akhlak yang baik.

“mari kita tanamkan akhlak dan moral yang baik serta terus memotivasi diri sehingga menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama, lingkungan masyarakat sekitar kita sehingga perlu untuk terus memperdalam iman dan ilmu agama sebagai bekal hidup kita” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Blora melalui Kabid sosial, Hartanto wibowo menyampaikan bahwa penyuluh sebagai mitra dalam pembinaan anak terlantar tersebut mengharapkan kegiatan penyuluhan ini bisa memberikan pendampingan bagi anak terlantar agar anak mempunyai persiapan mental dalam menyongsong masa depan.

Berkenaan dengan kegiatan bimbingan bahwa strategi pendekatan laen selain penyuluhan yang mungkin dapat dilakukan adalah pemberian bimbingan kelompok kepada anak jalanan tersebut, karena bimbingan kelompok berguna untuk membantu anak jalanan menemukan dirinya sendiri, mengarahkan diri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Disamping itu pemberian bimbingan kelompok juga memberikan kesempatan  kepada anak jalanan untuk belajar hal-hal penting yang berguna bagi pengarahan dirinya yang berkaitan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial serta merubah paradigma anak jalanan untuk melanjutkan pendidikannya serta memiliki jiwa wirausaha dan mandiri secara ekonomi.

Camat Kunduran Suhirman juga menyampaikan bahwa  anak-anak terlantar membutuhkan bimbingan penyuluh agama secara khusus, mengingat angka putus sekolah di kalangan anak jalanan amat tinggi. Secara otomatis, menurutnya, hal ini menyebabkan pendidikan agama yang semestinya mereka dapatkan di sekolah menjadi nihil, sehingga kebutuhan akan penyuluhan agama menjadi penting dan pembinaan agama berperan besar dalam membangun karakter anak.

 “kami senang melalui adanya penyuluhan ini mengingat peran pembinaan agama bagi pembangunan karakter adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan bagi anak-anak terlantar diperlukan agar keseharian mereka mencerminkan nilai-nilai agama secara baik sehingga sikapnya juga baik” tandasnya.

Kegiatan pembinaan dan rehabilitasi sosial anak terlantar tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah bersinergis dengan Penyuluh agama Kankemenag Blora, dan Sebagai tindak lanjut kegiatan ini petugas dinas Sosial Kabupaten Blora akan berkunjung ke rumah anak-anak tersebut akan memberikan bantuan berupa kambing kepada masing-masing anak, dan turut hadir pada kesempatan ini Kabid Sosial, Hartanto Wibowo, staf dan pegawai Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Blora dan Camat Kec. Kunduran Suhirman dan Penyuluh agama Islam Kemenag Blora. (ima/bd)