Penyuluh harus meningkatkan kompetensi dakwahnya

Karanganyar – Terkait dengan tunjangan kinerja yang sudah diterima, penyuluh hendaknya mengimbangi dengan kinerja yang baik. Intensitas koordinasi perlu ditingkatkan dan berusaha menyamakan persepsi tentang banyaknya uraian tugas penyuluh yang belum memiliki penjelasan. Hal ini melatarbelakangi Kementerian Agama mengumpulkan para juru dakwah untuk mengikuti seminar sehari dengan tajuk Peningkatan Kualitas Kerja Penyuluh Agama Islam Fungsional. Dengan mengambil tempat di Griya Gayatri Tawangmangu, seminar ini diikuti oleh seluruh penyuluh aparatur sipil negara (ASN) se Solo Raya / eks Karisidenan Surakarta: Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, Wonogiri dan Surakarta, 4/2/15.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad yang menyampaikan pembinaan mengatakan bahwa salah satu wujud syukur kita pada Allah SWT adalah dengan bekerja yang baik, meningkatkan performance dan kualitasnya.

Musta’in juga menceritakan tentang kondisi penyuluh dahulu dan sekarang. Menurutnya, penyuluh sekarang adalah penyuluh yang sudah profesional, karena telah diakui kinerjanya, ada ukurannya, memiliki standar penilaian dan mendapatkan grade tunjangan kinerja cukup tinggi, bahkan beberapa melebihi Kepala Seksi dan Kasubbag TU.

“Ciri seorang penyuluh profesional adalah saat bekerja tidak hanya sekedar kerja, namun harus memiliki etos kerja. Setidak-tidaknya ada manfaat untuk orang lain dan lingkungannya”, ucapnya.

Kemudian Musta’in juga menyinggung ASN yang masih belum memahami posisinya sebagai penyelenggara negara.

“Kita ini seringkali gagal dalam mengidentifikasi diri sendiri, contohnya adalah seorang eksekutif / ASN yang berbicara seperti legislatif/politisi. Sehingga seringkali mengkritik dan memojokkan pimpinan kita yang tidak pada tempatnya, padahal bidang tugasnya adalah tidak disitu, melainkan bekerja sesuai prosedur dan aturan yang sudah ada”, ujarnya.

Lebih lanjut Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar berpesan agar penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk menunjang pekerjaannya. Bisa berupa keterampilan menggunakan teknologi informasi beserta aplikasinya atau meningkatkan seni berbicaranya. Seni berbicara ini sangat diperlukan oleh penyuluh, karena domain penyuluh adalah berbicara untuk memberi ceramah, pengajian, menjalin koordinasi atau lain sebagainya. (Hadi)