Penyuluh Harus Menjadi Perekat Kerukunan

Salatiga — “Peran Penyuluh sangat sentral di tengah masyarakat umat beragama dalam mengarahkan masyarakat untuk taat beragama sesuai inti ajaran agama,” demikian ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani dalam Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Katolik Provinsi Jawa Tengah di Agro Wisata Salib Putih, 29-31 Maret 2017.

“Penyuluh agama dapat menjadi jembatan terhadap program pemerintah sehingga sedapat mungkin program yang dirancang tercapai tepat pada sasaran dengan menggunakan bahasa agama sederhana serta mudah dipahami,” ungkapnya.

Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Katolik Provinsi Jawa Tengah dengan Tema Peningkatan Kinerja Tahun Anggaran 2017 dan Evaluasi Program tahun 2016, dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Wuryadi, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Sunardi Paulus.   Rakor diikuti 60 peserta terdiri Pembimas Katolik se Jawa Tengah, Pengawas, Penyuluh dan Pramubakti.

Masih dikatakannya, penyuluh menjadi jembatan bagi Kementerian Agama agar sampai kepada umat. Penyuluh merupakan corong visi dan misi untuk melayani lebih dekat kepada umat semakin baik, katanya.

Ditambahkan oleh Farhani, Anggaran kemenag yang dilaksanakan pada tahun berjalan dilaksanakan sesuai dengan  aturan dan peraturan yang berlaku sehingga akan merubah citra Kemenag menjadi lebih baik.  Evalusi progm kerja tahun 2016 dimaksudkan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja dan titik lemah kendala yang ada satu tahun berjalan, maka harapannya ada perbaikan pada tahun berikutnya.

Selanjutnya Farhani, menegaskan berbicara tentang anggaran tidak terlepas dari  data, maka data harus valid karena dengan kevalidan data akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan data sangat berguna dalam membuat program kegiatan.

Pembimas Katolik, Sulardi Paulinus dalam laporannya menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi program kerja dan kegiatan pada triwulan pertama tahun 2017 serta lebih mengoptimalkan penyusunan perencanaan/RKAKL dan data dukung DIPA tahun 2017.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai bahan evaluasi dan konsultasi untuk mencari permasalahan-permasalahan yang timbul pada perencanaan tahun ini, agar dapat diperbaikai pada perencanaan tahun 2017 dan kekurangan-kekurangan anggaran  yang terjadi di tahun 2016.

Harapan, Farhani, meminta kepada seluruh penyuluh supaya benar-benar melaksanakan tugas dan menjadi benteng perekat kerukunan serta mampu menjadi fasilitator dan mediator di tengah masyarakat secara umum dalam rangka menjaga stabilitas Nasional maupun daerah. (KK/gt)