Penyuluh KUA Rakit Peringati Nuzulul Quran Dan Khataman 30 Juz Dengan Prokes

berita ini dipublish dikankemenag Banjarnegara krn foto dan judul tidak sinkron

 

Banjarnegara – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Banjarnegara melakukan kegiatan tadarus bersama dan kajian kitab kuning. Dengan selesainya tadarus, Penyuluh mengadakan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus acara Tasyakur Lil Ikhtitam tadarus 30 juz dengan prokes. Acara dilaksanakan padan Rabu, 5 Mei 2021 bertempat di KUA Kec. Rakit. Acara diikuti oleh Kepala KUA, seluruh Penyuluh baik Penyuluh Fungsional maupun PAH serta staf dan karyawan.

“Kami mengadakan acara ini selain dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an juga sebagai ungkapan syukur karena kami para Penyuluh dan keluarga besar KUA telah menyelesaikan rangkaian tadarus Al Qur’an 30 juz dengan penuh semangat. Namun demikian karena dalam suasana pandemi Covid-19, kami menyelenggarakan acara tersebut dengan Prokes,” ungkap Toto, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit.

Kegiatan peringatan Nuzulul Quran, lanjut Toto, dilaksanakan guna mengambil spirit, ibrah dan hikmah diturunkannya Al-Quran dengan perintah membaca sebagai ayat yang pertama turun. Adapun rangkaian acaranya adalah dimulai sejak Selasa sore jam 17:00 dengan Khotmil Qur’an, Kultum dan doa menjelang buka puasa, buka bersama dan selamatan, shalat tarawih berjamaah dan diakhiri dengan uraian hikmah Nuzulul Quran serta doa oleh PAI Non PNS, Sodirin, S.PdI.

“Kami memaknai pesan tersurat maupun tersirat dari perintah membaca dalam QS. Al-‘Alaq yang pertama turun, bahwa dalam konteks sebagai penyuluh yang hidup dalam suasana kompleks harus bisa dan tanggap untuk membaca “ayat-ayat” Allah dan problema serta kebutuhan masyarakat untuk selanjutnya dicari formula dan metode yang tepat guna melayani kebutuhan masyarakat dan umat,” ungkap Toto.

Penghulu dan penyuluh di KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama, lanjutnya, kerap mendapatkan pertanyaan sebuah permasalahan yang mereka hadapi secara tiba-tiba dan membutuhkan jawaban cepat dan tepat. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dijalankan secara profesional.

“Kami meyakini dengan memanfaatkan momentum Nuzulul Quran, kita akan terpacu untuk memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar memiliki wawasan dan pengetahuan maksimal guna menunjang profesionalitas kinerja sebagai ASN maupun sebagai pelayan ummat. Kemampuan membaca ayat-ayat qauliyah dan qauniyah harus selalu diasah agar cepat tanggap merespon kebutuhan, dan masyarakat bisa semakin merasakan kehadiran Penyuluh dalam menjalankan amanat  peran informatif, konsultatif, edukatif serta advokatif,” pungkasnya. (Totos/ak)