Penyuluh Motori Pelatihan Pengurusan Jenazah

Wonogiri – Dewasa ini ilmu mengurus jenazah menjadi salah satu hal yang sering terabaikan. Padahal ilmu tersebut sangat penting untuk diketahui oleh seorang muslim tatkala ada yang meninggal dunia. Pengurusan jenazah tidaklah sederhana, melainkan cukup kompleks yang meliputi proses memandikan, mengafani, menshalati, mengantarkan, hingga menguburkannya. Sayangnya tak banyak orang yang mengetahuinya.

Seperti diketahui bahwa pengurusan jenazah merupakan bagian dari etika Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Hukum dalam pengurusan jenazah merupakan fardhu kifayah, artinya apabila sebagian orang telah melaksanakannya, maka dianggap cukup.

Akan tetapi jika tidak ada seorangpun yang melakukannya, maka berdosalah seluruh masyarakat yang berada di daerah itu, pengurusan jenazah juga merupakan tanda penghormatan terhadap jenazah. Dalam ajaran Islam ada empat kewajiban bagi setiap muslim terhadap jenazah sesama muslim, yaitu memandikan jenazah, mengafankan jenazah, menshalatkan jenazah dan menguburkan jenazah.

Oleh karena itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Giriwoyo Wonogiri, Munawir dan Anida Safitri menggagas sekaligus melaksanakan pelatihan Pengurusan jenazah mulai perangkat desa, PKK, Majelis taklis, PNS dan lain sebaginya berkeliling kecamatan dengan sepeda motor naik turun gunung untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada umat.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Giriwoyo Muhammad Misbahuddin saat ditemui di Kankemenag Wonogiri, Selasa (24/01), Bimbingan teknik pengurusan jenazah ini menjadi salah satu even penting yang diprogramkan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional bekerja sama dengan pihak terkait di wilayah Kecatan Giriwoyo baik Kecamatan, pemerintah Desa, PKK maupun majelis taklim.

Ia menuturkan pada kegiatan ini para peserta akan dibimbing bagaimana cara mengurus jenazah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mulai dari mendampingi orang sakit, memandikan jenazah, praktek mengkafani dan tata cara mensholatkan jenazah.

Lebih lanjut Penyuluh Agama Islam Kecamatan Giriwoyo Munawir,  menjelaskan bahwa pelatihan ini bersifat aplikafif karena setelah teori langsung dilanjutkan praktek bagaimana mengurus jenazah dengan alat peraga yang telah disiapkan.

Pelatihan ini dirasa penting menurut Munawir, karena di masa sekarang ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana cara mengurusi jenazah orang yang sudah meninggal. Mungkin hal ini tidak akan jadi masalah jika di saat itu terdapat orang yang mengetahui bagaimana caranya mengurusi jenazah. Namun masyarakat akan kesulitan ketika orang yang tahu cara mengurus jenazah tersebut tidak ada ditempat. (Mursyid_Heri/gt)