Penyuluh Non PNS Wakafkan Tanah utnuk Pembagunan Madin

Kebumen – Mungkin hanya segelintir orang di tengah keterbatasan hidupnya mampu berbuat seperti apa yang dilakukan oleh Sudirman, seorang Penyuluh Agama Islam Non PNS yang ikhlas memberikan sebidang tanahnya untuk kemaslahatan umat. Diatas sebidang tanah yang dia wakafkan, kini akan dibangun sebuah Madrasah Diniyah untuk proses kegiatan belajar mengajar anak-anak di sekitar desa Karanggayam. Melihat hal ini tentu Kepala Desa dan masyarakat Karanggayam sangat mendukung niat baiknya.

Melalui proses mediasi dengan Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Peletakkan batu pertama pembangunan Madin Assyafa’ah dilakukan oleh Ketua Pokjaluh bersama dengan Ketua MUI KH Nur Sodik. Hadir turut menyaksikan peletakkan batu pertama dari unsur Polsek, Koramil, Kecamatan dan KUA serta Penyuluh Agama Islam Fungsional Kholid Fikri, Kamis (02/02).

Ketua Pokjaluh Pujiman mengatakan, patut sebagai teladan buat kita atas  perjuangannya bapak Sudirman rela mewakafkan tanahnya untuk dibangun sebuah Madrasah, dan dia berharap dengan merangkul berbagai kalangan mulai dari abangan sampai ulama kita upayakan pembinaan agama yang lebih serius untuk mendukung visi misi Kementerian Agama.

Menurut Pujiman, pembangunan Madin ini juga merupakan bantuan dari masyarakat sekitar dan beberapa dermawan.  “Yang jelas pembangunan ini masih butuh uluran tangan dari para dermawan, terutama dari pemerintah,” ucap Pujiman.

Dari keterangan yang diperoleh, rencana awal pembangunan Madin ini adalah dua ruang belajar dan satu kantor, kemudian untuk tahap selanjutnya akan dibangun menjadi dua lantai.

Proses Perjalanan Panjang

Sudirman selaku pengasuh Yayasan Syafa’atul Ummah yang juga seorang Penyuluh Non PNS Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, perjuangannya ditengah-tengah masyarakat desa Karanggayam untuk melakukan syiar agama Islam melalui proses yang panjang. Karena keyakinan masyarakat desa Karanggayam yang masih beragam, dari santri abangan sampai alim ulama ada disana. Akhirnya sampailah pada suatu momen ketika dia mempunyai keinginan untuk membangun sebuah Madrasah Diniyah, namun terbentur pada pendanaan.

Hanya karena semangatnya yang luar biasa ingin membangun Madrasah, membuat dia rela mewakafkan tanah yang dibelinya beberapa tahun  yang lalu. Bahkan menurut informasi dari masyarakat sekitar, dia belum memiliki tempat tinggal sendiri, cuma keinginan untuk membuat rumah dia abaikan dulu demi cita-citanya tersebut.

“Mudah-mudahan pemerintah ataupun dinas yang terkait bisa memberikan bantuan untuk kelancaran proses pembangunan Madrasah Diniyah Asyafa’ah ini,” harapnya.(bgkt/gt)