Penyuluh PNS Kemenag Kultum Keutamaan Pahala Puasa Ramadan

Salatiga — Ada hadist yang mengatakan jika di bulan Ramadan terdapat keutamaan 10 hari pertama, 10 hari kedua, serta 10 hari ketiga. Pahala yang diberikan bagi umat muslim yang mau beribadah dan berbuat baik di bulan Ramadan juga dilipat gandakan. Demikian disampaikan Noor Rahman Penyuluh Agama Islam PNS Kantor Kementerian Agama (Kankemenag)  kota Salatiga pada saat mengisi kuliah tujuh menit (kultum)  pada jamaah shalat isya dan tarawih  di Masjid Al Mutaqin , Minggu (2/5).

“Tak heran jika di bulan Ramadan, umat muslim akan memberbanyak ibadah untuk mendapatkan pahala,” kata Noor Rahman.

Penyuluh Agama Islam PNS Kankemenag Kota Salatiga Noor Rahman mengatakan, ada hadist yang mengatakan jika di bulan Ramadan terdapat keutamaan 10 hari pertama, 10 hari kedua, serta 10 hari ketiga. Namun hadist ini perlu ditinjau kembali, apakah hadist ini shahih atau dhaif.

 “Pada 10 hari pertama Ramadan disebutkan jika umat muslim akan mendapatkan rahmat. Kemudian di 10 kedua akan diberikan maghfirah atau tertutupnya dosa-dosa. Serta 10 hari ketiga akan diberikan pembebasan dari neraka,” tambah Noor Rahman

Ditambahkan oleh Noor Rahman,  ternyata hadist tentang keutamaan 10 hari pertama, 10 hari kedua, serta 10 hari ketiga di bulan Ramadan adalah hadist yang lemah.

“Syekh Al-Albani rahimahullah mengatakan dalam kitabnya daftar hadist-hadist dhaif, beliau menyebutkan bahwa hadist ini adalah hadist yang lemah.” Tambah Noor Rahman.

Selanjutnya Noor Rahman mengatakan  Melainkan 30 hari di bulan Ramadan, atau setiap harinya Allah memberikan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari neraka.

“Jadi setiap harinya berisi rahmat, betapa Allah menurunkan rahmat kepada kita, karena setiap amalan kita berlipat ganda pahalanya. Dan diwaktu yang sama Allah juga menurunkan maghfirahnya.” Jelasnya.

“Setiap waktu sahur kan Allah turun ke langit dunia. Kita bangun dalam keadaan memakan makanan sahur, Allah turun ke langit dunia berkata 'di antara hambaku ini ada tidak yang sedang bertaubat, maka aku akan terima taubatnya. Ada tidak yang sedang beristigfar, aku akan ampuni dia. Ada tidak hambaku yang meminta pertolongan maka aku akan tolong dia.'”

“Jadi kalau ditanya apakah ada pembagian seperti itu, karena hadistnya dhaif maka kita perlu luruskan bahwa setiap hari ada rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari neraka. Bukankan Rasulullah bersabda bahwa puasa ramadan itu benteng dari api neraka,” pungkas Noor Rahman.(Humas/Khusnul-Fitri)