Penyuluh Tekankan Pentingnya Hidup Setelah Kehidupan Dunia

Cilacap – Inti dari hidup beragama adalah menuju keselamatan hidup dari dunia hingga akhirat (setelah dunia). Keberhasilan kehidupan di akhirat sangat tergantung pada bagaimana hidup manusia di dunia. Dunia bukanlah tujuan hidup manusia, melainkan hanya merupakan sarana menuju kehidupan sejati. Karena merupakan penentu, jatah di dunia harus dimanfaatkan seoptimal mungkin berbuat kebaikan dalam segala hal.

Demikian disampaikan Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Nusawungu, Mohamad Anwarudin, kepada para aparatur di Lingkungan Puskesmas Nusawungu II akhir pekan lalu.

Ditegaskan lebih lanjut bahwa, unsur utama dalam kehidupan umat Islam adalah berbuat baik. Adapun dasar pokok yang menjadi ukurannya adalah Al-Qur’an dan al hadits. Bagi yang merasa belum lengkap maka ditambah ijma’ dan kiyas. Dengan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup, maka seluruh hidupnya akan bernilai ibadah.

“Inti dari ibadah bagi umat Islam adalah seluruh aktitifasnya dilakukan berdasarkan aturan agama Islam. Beribadah tidak hanya dilihat secara syariat saja, melainkan seluruh kegiatan yang dilakukan. Beribadah tidak terbatas pada waktu dan tempat, kapanpun dan dimanapun, termasuk dalam menjalankan tugas kita sebagai aparatur negara,”katanya.

Menurutnya, syariat merupakan legalitas formal, sedangkan isinya terletak pada sikap dan kepribadian umat Islam. Sebagai umat Islam yang bertakwa, maka secara otomatis akan tercermin pada kepribadian sehari-hari. Pada pribadi yang utuh terdapat kesesuaian antara lahir dengan batin. Menjadi pribadi yang beriman berarti arif dalam segala hal.

Untuk itulah, pihaknya selaku penyuluh menyasar para abdi negara sebagai abdi masyarakat, agar mampu menjadi yang terbaik bagi bangsa. Dengan tertanamnya pengertian ibadah secara luas diharapkan, para aparatur akan menjadikan seluruh tugas yang diemban sebagai misi ibadah. Sehingga tugas melayani menjadi sebuah kebutuhan, bukan sebaliknya menjadikan beban bagi aparatur,pungkasnya.(On/bd)