Peragaan Manasik Haji, Implementasi PAI di SMPN 41 Kota Semarang

Semarang – Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 39 Tahun 2015, salah satu misi Kementerian Agama adalah meningkatkan akses dan kualitas pendidikan agama pada satuan pendidikan umum. Pendidikan Agama Islam (PAI) pada satuan pendidikan umum berupaya meningkatkan mutu lulusan siswa bidang PAI dan mengembangkan minat siswa untuk mencintai, mendalami dan mengamalkan agama Islam.

Sebagai implementasi dari hal tersebut, SMPN 41 Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan peragaan manasik haji bagi siswa kelas IX di Asrama Haji Islamic Centre Manyaran Kota Semarang, Sabtu (01/04).

Menurut Nur Wahidah Kepala SMPN 41 Kota Semarang, kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan. “Peragaan manasik haji merupakan kegiatan wajib bagi siswa kami, sebelum menghadapi Ujian Sekolah (US), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Anak harus diberikan bekal yang cukup untuk kehidupan di masa yang akan datang,” kata Wahidah.

Turut memantau kegiatan tersebut, pengawas PAIS SMP, Moch Fatkhuronji menyampaikan bahwa latihan manasik haji yang dilaksanakan oleh SMPN 41 ini merupakan bentuk manifestasi dari materi PAI yang diajarkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. “Siswa dibekali pengenalan amaliah ibadah haji, dimulai dari niat sampai tahalul. Banyak manfaat yang diperoleh, peragaan ibadah haji yang dilakukan dengan praktik langsung akan memudahkan siswa dalam memahami salah satu rukun Islam yang ke lima yakni haji, disamping juga melatih fisik dan mental anak,” paparnya.

Pada kegiatan pengenalan dan penanaman nilai-nilai ibadah haji ini siswa diberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah haji baik teori maupun praktek. Diawali dengan pembekalan materi di aula kemudian dilanjutkan dengan praktek di lapangan. Para siswa dilatih juga melantunkan kalimah talbiyah sebagai bentuk keagungan dan pujian kepada Allah Swt.

Nur Syahid, selaku pembimbing menuturkan, kegiatan manasik ini merupakan latihan yang selalu ditunggu para siswa karena memiliki dampak psikologis. Berbagai pengetahuan yang didapat siswa, antara lain tentang wajib haji, rukun haji, rukun dan wajib umroh, cara berpakaian ihram, wukuf, thowaf , sa’i dan tahallul.  

Dengan kegiatan ini juga terkandung harapan, di kemudian hari pada saat usia sudah memadai, siswa dapat melaksanakan ibadah haji yang sebenarnya, sebagai kewajiban yang harus dijalani setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan sekurang kurangnya satu kali dalam seumur hidup bagi yang mampu. (fatkhrj-ch/gt)