Peran masyarakat dalam mencegah faham radikal

Purwodadi – Radikalime agama dengan mencuatnya Islamic State of Iraq And Syria (ISIS) menjadi perbincangan kembali dalam masyarakat. Radikalime yang berasal dari kata “radix” dari bahasa latin yang berarti “akar” erat hubungannya dengan fundamentalisme dalam sebuah agama, meski tidak semua fundamentalisme agama menjadi akar terjadinya radikalisme agama. Radikalime agama terjadi bila paham fundamentalisme agama dimanifestasikan dengan pencapaian agenda dan upaya pencapaian tujuan secara cepat dan menjangkau hal yang paling mendasar dalam agama. Radikalime agama merupakan bentuk aliran yang lebih keras dari fundamentalisme agama karena keinginan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan.

Masalah fundamentalisme agama merupakan masalah yang menghantui perkembangan agama-agama di dunia. Dan dalam setiap agama mempunyai isu fundamentalisme di dalamnya, hanya saja pencapaiannya yang berbeda-beda, tidak melulu dengan radikalime, dalam arti tidak melulu dengan kekerasan. Dengan adanya ISIS, pembahasan radikalisme agama mencuat kembali.

Berkaitan dengan hal tersebut, bekerjasama dengan TNI dan Polri, dalam hal ini jajaran Polres dan Kodim di Kabupaten Grobogan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan menyelenggakan kegiatan Pembinaan SDM di Bidang Hukum dalam Mencegah Gerakan Radikalime di Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya paham dan gerakan ISIS sebagai bentuk radikalisme agama di Kabupaten Grobogan. Hal ini mengingat pergerakan faham ISIS, sebagaimana disampaikan Kasdim 0717 Purwodadi, Mayor Inf Arif Isnawan, sangat dinamis dan dapat menjangkau pelosok negeri, karena pergerakannya berbasis tehnologi informasi (IT). “Hati-hati, kalau putra-putrinya suka mengurung diri dan aktif dikomunitas dunia maya yang akhirnya merubah cara pandang dan sikapnya dalam hal agama berbeda dengan kebiasaannya”, selorohnya.

Dengan pergerakan yang dinamis tersebut, Kapolres Grobogan, AKBP Indra Darmawan I, S.I.K., M.SC, mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Grobogan untuk bersikap waspada. “Kalau ada kecurigaan terhadap seseorang yang mempunyai sikap, pandangan, pemikiran dan tindakan yang menyerupai atau mirip ISIS harap segera lapor”, pintanya.

Selain mengharapkan sinergitas seluruh komponen masyarakat, Kapolres Grobogan menyampaikan upaya pencegahan pekembangan dan pergerakan ISIS di Kabupaten Grobogan. Diantara upaya tersebut adalah perlunya sosialisasi bahaya radikalisme, penguatan berbangsa dan bernegara, dan menghidupkan kembali pranata sosial yang sudah ada. Pada jajaran pemerintah, Kapolres juga menyampaikan perlunya pendataan ormas, ikatan garis keras (IGARAS) dan kelompok radikal lain di Kab. Grobogan yang dimungkinkan mendukung ISIS oleh Kesbanglinmas Kab. Grobogan. Dinas Pendidikan juga diminta memberikan pemahaman tentang bahaya faham ISIS kepada siswa sekolah, karena sasaran ISIS anak muda dan pengguna jaringan internet. Dan juga memberdayakan Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan untuk menghimbau pada ponpes yang ada di Kab. Grobogan untuk mewaspadai pergerakan ISIS, khususnya para santri yang berkomunikasi dengan santri lain dari luar daerah.

Kegiatan yang menghadirkan 80 pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Grobogan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2015 di Aula Kankemenag Kab. Grobogan. Sebagai narasumber, Selain Kapolres dan Dandim 0717 Purwodadi, yang diwakili oleh Kasdim, juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan, Drs. H. Muh Arifin, yang menyampaikan perlunya menangkal faham radikalisme di Kabupaten Grobogan. (Pur)