Perempuan sebagai motor penggerak dan motor perubahan dalam dimensi kehidupan

Semarang – Dibalik keberhasilan seorang lelaki, pasti terdapat campur tangan makhluk yang bernama perempuan. Apabila perempuan dengan campur tangannya mampu membawa keberhasilan, berarti segenap keterpurukan dimungkinkan karena tidak adanya perhatian perempuan terhadap segala apa yang terjadi. Perlu kiranya dalam pembangunan di era modern sekarang ini, peran ibu yang samar-samar perlu dikembalikan, atau perlu adanya revitalisasi peran ibu dilingkungannya.

Dengan fenomena kemajuan yang begitu cepat untuk saat sekarang, sudah waktunya para ibu tidak berpangku tangan menunggu kebijakan maupun kebajikan dari semua pihak dalam merubah perilaku yang semakin radikal dan anarkis. Sebaiknya distorsi ataupun penyimpangan yang terjadi perlu pendekatan dari tangan halus seorang ibu.

Seperti halnya hari ini tanggal 22 Desember yang selalu diperingati sebagai Hari Ibu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan upacara di halaman kantor dengan meningkatkan dan mengaktifkan peran para pegawai perempuan Kanwil sebagai petugas upacara.

Upacara peringatan hari Ibu yang ke-86 ini mengusung tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki dalam Mewujudkan Pembangunan yang berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”. Adapun H. Andewi Susetyo, SH Kepala Bagian Tata Usaha yang saat itu bertugas sebagai pembina upacara membacakan sambutan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam sambutan tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ingin menekankan bahwa setiap penyelenggaraan peringatan Hari Ibu di Indonesia supaya selalu membangkitkan semangat perjuangan tentang keluhuran dan keagungan peran perempuan sebagai ibu dan keibuan yang protektif terhadap kehidupan. Peringatan hari Ibu menjadi bukti adanya perhatian , pengakuan akan pentingnya keberadaan perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Lebih lanjut disebutkan bahwa telah banyak dibuktikan apabila perempuan diberi peluang dan kesempatan, mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri, perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mapu menjadi motor penggerak dan motor perubahan.

Terkait dengan tema yang diusung dalam peringatan Hari Ibu ke-86 ini diharapkan akan mampu untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di setiap aspek pembangunan.

Peran perempuan dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif juga menonjol di tahun 2014 ini dengan meningkatnya keterwakilan perempuan yang menduduki kursi menteri dalam Kabinet Kerja di era kepemimpinan Jokowi-JK. Dengan lebih banyaknya perempuan sebagai pengambil keputusan dalam kebijakan, diharapkan perwujudan hak-hak perempuan di Indonesia semakin dapat terpenuhi. (gt)