Perempuan, Tak Lagi Jadi Objek Tapi Subjek

Pati – Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-19 dan Hari Ibu Ke-90 di Kab. Pati diperingati dengan diselenggarakannya lomba peragaan kebaya tradisional dan nasi tumpeng dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke – 73 yang bertempat di aula kantor Kemenag Kab. Pati, Rabu(19/12).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kankemenag Kab. Pati Imron, dan diikuti anggota DWP se Kab. Pati , serta dihadiri oleh Ketua beserta pengurus DWP, Kepala seksi dan penyelenggara, Kepala KUA se Kab. Pati serta Kepala Satker dalam naungan Kemenag Kab. Pati.

Tema yang diangkat pada peringatan ini adalah ”Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Untuk Mewujudkan Indonesia Yang Bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi Terhadap Perempuan”.

Kepala Kankemenag Kab. Pati dalam sambutan arahannya mengatakan, Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke – 73 sekaligus Peringatan hari ibu kali ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi momentum dalam menyadarkan diri untuk terus menghormati jasa, kasih sayang serta peran seorang ibu, ujarnya.

Peran dan sosok Ibu menurutnya tidak bisa digantikan oleh siapapun, khususnya dalam melahirkan dan merawat hingga menjadi sosok diri saat ini. “Peringatan hari ibu setiap tanggal 22 Desember bukanlah sekedar seremonial, namun merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan seluruh bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan yang diraih tidak lepas dari perjuangan luar biasa kaum perempuan Indonesia,” ungkap KaKankemenag Kab. Pati.

Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi peran kaum perempuan di berbagai sektor kehidupan yang tidak pernah surut. Di Kab. Pati sendiri, KaKankemenag mengakui dan mengapresiasi peran kaum ibu yang terwadahi dalam organisasi kewanitaan telah memberikan kontribusi nyata dan bermanfaat dalam pembangunan, urainya.

Kaum perempuan Kab. Pati bukan hanya objek, melainkan subjek pembangunan yang terus bergerak dan berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sejumlah pesan KaKankemenag kepada para ibu yang hadir. Diantaranya, harapan agar upaya perlindungan dan pemberdayaan perempuan akan lebih optimal, lebih baik, terfokus dan menyeluruh di segala aspek. Tak hanya itu, angka kematian ibu dan anak serta masih tingginya kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian semua pihak, tegasnya.

Tidak mungkin kalau hanya mengandalkan Pemerintah Kab. Pati, butuh peran dan dukungan dari panjenengan semua. Terakhir, menutup sambutannya, KaKankemenag mengajak seluruh pihak untuk tidak pernah bosan, menghormati ibu dan kaum perempuan dimanapun berada. Ibu-ibu diminta untuk terus merumuskan dan mengoptimalkan program-program kegiatan yang bertujuan mengangkat potensi dan kemampuan kaum perempuan di Kab. Pati , khususnya dalam lingkup DWP Kankemenag Kab. Pati. (Am/bd)