Perencanaan Pembelajaran Harus Matang

Rembang – Guna memenuhi lima budaya kerja, segenap guru madrasah diminta untuk memahami seluruh rangkaian proses belajar mengajar. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan di madrasah yang berkualitas dan mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah dalam pembukaan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang, Senin-Sabtu (23-28/7/2018) di aula Kankemenag Kabupaten Rembang. Hadir pula dalam pembukaan tersebut, Kasi Diklat Tenaga Teknis Siti Nur Maunah.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru MTs dan MA di Rembang ini memfokuskan pada diklat penilaian pembelajaran guru MA dan MTs. Bertindak sebagai narasumber yaitu Widya Iswara Agus Mujiono dan Nurul Kamilati.

Atho’illah mengatakan, diklat ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru sebagai bagian dari budaya kerja Kementerian Agama. “Guru yang profesional yaitu guru yang memahami rangkaian proses dalam mengajar. Semuanya harus dikuasai. Termasuk dalam penilaian pembelajaran yang dipaparkan pada diklat kali ini,” tandas Atho’illah.

Seluruh pembelajaran di kelas, lanjut Atho’illah, harus direncanakan dengan baik. “Perencanaan pembelajaran itu harus benar-benar di back up dengan baik. Tidak hanya asal mengajar tanpa panduan yang jelas,” sambungnya.

Sementara Maunah mengatakan, diklat ini diharapkan mampu memberikan input, output, outcome, benefit, dan impact kepada peserta. Oleh karenanya, selama diklat, diharapkan terjadi kerjasama yang baik antara Balai Diklat sebagai penyelenggara, kankemenag sebagai panitia lokal, dan guru sebagai peserta diklat.

Maunah menambahkan, diklat ini diharapkan pula mampu berperan sebagai revolusi mental ASN sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden RI. “Revolusi mental itu berangkat dari diri sendiri. Kita sebagai aparatur negara diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu,” kata Maunah. — iq/bd