Peresmian Gedung Kedua MI Maarif Kliwonan, Upaya Optimalkan Pembelajaran.

Wonosobo (Kemenag) – M Thobiq, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo hadiri peresmian Gedung Kedua MI Maarif Kliwonan, Wonosobo, Minggu (16/12). Adapun lokasi gedung kedua yakni di Bugangan Wonosobo, yang berjarak kurang lebih 2 km dari lokasi gedung pertama yakni di Kliwonan Wonosobo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kan kemenag Wonosobo berharap, penambahan gedung akan menunjang MI Maarif dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan lebih optimal.

“Alhamdulillah, MI Maarif telah mampu membuka gedung tambahan yang ke dua, kami turut berbahagia dan bangga. Semoga sarana dan prasarana yang terus meningkat akan menunjang proses pembelajaran yang optimal. Juga, semoga pihak sekolah yang sudah berupaya menambah kuantitas gedung nya lebih banyak dan baik lagi, akan membuahkan hasil baik, dengan bertambahnya kuantitas siswa dan kualitas anak didiknya,” ungkap Thobiq.

Sementara itu, Kepala Madrasah mengatakan, penambahan gedung atas dasar kapasitas tampung proses pembelajaran sudah tidak memungkinkan.

“Alasan kami menambah bangunan karena kapasitas yang sudah tidak memungkinkan, karena jumlah siswa kami yakni 415 siswa, dan Guru pendidik ada 40 Orang. Sementara kami hanya memiliki gedung dengan kapasitas enam kelas,Gedung Tahfidz, Masjid dan Pondok Pesantren. Jadi kami putuskan menambah gedung kedua, untuk antisipasi bertambahnya jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru berikutnya,” ungkap Muarif, selaku kepala Madrasah.

Peresmian yang dihadiri oleh 200 orang, yang meliputi Pengurus dan Guru MI Maarif Kliwonan, Kemenag Wonosobo, ketua PWNU, ketua PCNU, ketua Tanfidiah NU Yogyakarta, Pemda Wonosobo, keluarga besar Chabibullah Idris.

Selain peresmian gedung kedua, acara tersebut juga mencangkup peresmian Masjid S Chabibullah Idris dan pondok Tahfidz H. Suwardi, dengan memakai lahan seluas 3400 m2.  
“Peresmian ini sekaligus untuk meresmikan Masjid dan Pondok Tahfidz. Harapannya kedepan, kami dapat mencetak kader-kader Qur'an, penghapal Al-Quran yang berakidah sunah waljamaah annahdiyah,” ungkap Alfan Ahsani, Sekretaris Yayasan.

Peresmian yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan menggunting pita oleh Muzamil, PWNU Jawa Tengah.(PS-WS/SUA)