Peringatan Maulid Nabi PHBI, Meningkatkan Kesadaran Rohani Islam

Surakarta – Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang setiap tanggap 12 Rabiul Awal dalam tahun Hijriyah atau pada tahun ini jatuh tanggal 20 November 2018.

Panitia Hari Besar Islam(PHBI) Kota Surakarta, bekerjasama dengan Kemenag, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, di Masjid Agung Kota Surakarta, Kamis (22/11) kemarin.

Hadir pada acara tersebut, Said Romadhon, mewakili Walikota Surakarta, instansi-instansi Pemkot Surakarta, para TNI dan Polri, tokoh masyarakat, para siswa MA Negeri di Kota Surakarta, majelis ta’li, dan masyarakat sekitar.

Kepala kantor Kemenag, Musta’in Ahmad, yang juga ketua PHBI dalam laporannya mengatakan, kegiatan Maulid nabi yang dilaksanakan oleh PHBI Kota Surakarta tersebut menggunakan dana gotong royong dari semua elemen masyarakat, dengan tujuan untuk membina keimanan dan ketaqwaan melalui hari-hari besar Islam.

Lebih lanjut, Musta’in mengatakan, target dari berlangsunya acara ini adalah meningkatkan kesadaran rohani Islam, meningkatkan ilmu Islam dalam kehidupan, dan membumikan nilai yang terkandung dalam sejarah Islam.

Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Musta’in mengucapkan terimakasih kepada semua elemen yang terlibat dalam kegiatan itu.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua elemen yang terlibat dan berpartisipasi pada acara  Maulid Nabi Muhammad SAW ini,” ujarnya.

Sambutan Walikota Surakarta, yang diwakili oleh Said Romadhon,  Asisten Pemerintahan Kesra Kota Surakarta, mengharapkan umat Islam mau meneladani sikap Nabi Muhammad SAW yang sangat adil dan tegas.

“Saya mengharapkan umat Islam di Kota Surakarta khususnya untuk meneladani sikap dari Nabi Muhammad SAW yang sangat adil dan juga tegas tanpa adanya diskriminasi,” katanya.

Selain itu, Said  juga mengajak warga Solo untuk menghargai antara satu dengan lainnya, sebab kita ini hidup berdampingan.

Puncak dari acara maulid itu  adalah tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Iptu Tri Harni dari Polres Klaten, dengan mengingatkan kepada hadirin untuk selalu melaksanakan shalat 5 waktu dengan segera.

“Shalat itu mudah dilaksanakan, kenapa menjadi sulit? Karena manusia sekarang ini sibuk mencari harta,” terangnya.

Untuk itu, Tri Harni yang berprofesi juga sebagai polisi mengajak agar kita melaksanakan shalat kalau bisa tepat waktu. Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kot Surakarta. (rma/bd)