Peringatan Maulid, Teladani Nabi Muhammad SAW

Klaten – Keluarga Besar MI Tahassus Maarif NU Pedan  peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan menggelar kegiatan Sholawatan bersama yang bertempat di aula madrasah yang diikuti oleh seluruh komponen madrasah, (19/11).

Dalam sambutannya, Kepala MI Tahassus Maarif NU Pedan, Agus Zamroni mengatakan, bahwa kegiatan hari besar Islam seperti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi program tahunan madrasah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah atas lahirnya Nabi SAW serta untuk menguatkan iman dan memuliakan Nabi.

“Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Perayaan ini dijadikan lambang oleh kebanyakan manusia akan kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dan sekaligus membina karakter siswa-siswi Madrasah,” tandas Agus.

Ketika memasuki bulan Rabi’ul Awal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. MI Tahassus Maarif NU Pedan mengadakan Shalawatan, dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi Muhammad SAW. “Jadi pada hakikatnya perayaan maulid Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini,” ungkapnya.

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat dijadikan sifat uswantun hasanah yang ada pada Nabi Muhammad sebagai tauladan kita dalam menjalani hidup di dunia ini.

“Didalam diri Rasulullah sesungguhnya terdapat suri tauladan yang baik, mari melalui peringatan ini kita teladani sifat-sifat rasullulah Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan  manifestasi cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW, bacaan shalawat Al Barzanji, membuat acara tersebut terkemas begitu bagus dan bermakna. Selain itu disuguhkan demonstrasi pencak silat pagar nusa dan pidato, upaya untuk menanamkan kemampuan dan mental siswa madrasah sebagai generasi penerus bangsa.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan bisa di aplikasikan oleh siswa madrasah dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah dan di rumah, dan acara diakhiri dengan makan nasi kebuli bersama,” imbuhnya.(aj/sua)