Peringati Hari jadi, Wonogiri Hadirkan Cak Nun

Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan Polres dan Kankemenag Wonogiri akan menghadirkan Mubalegh sekaligus budayawan nasional Emha Ainun Najib alias Cak Nun dengan tajuk Sinau bareng Cak Nun, Jum’at malam (04/05) di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. Seperti di ketahui Cak Nun adalah seorang budayawan religius yang saat ini sedang digemari anak-anak muda karena tausiahnya selalu mengena di hati.

Menurut Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri, Haryadi saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (03/05) menyampaikan bahwa acara Sinau bareng Cak Nun akan dihadiri Bupati Sukoharjo, Forkompimda, Kepala Dinas dan tamu undangan serta ribuan umat beragama di kota gaplek.

Haryadi menambahkan , Emha Ainun Najib alias Cak Nun hadir di Kabupaten Wonogiri dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten wonogiri ke-277  Tahun 2018, kegiatan akan di awali dengan doa syukur antar umat beragama dalam arangka pelestarian  nilai-nilai perjuangan Raden Mas Said.

“Diharapkan mampu menarik animo dari masyarakat sehingga dapat memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjaga toleransi antar umat beragama di Kabupaten Wonogiri,” jelas Haryadi.

Selain itu dengan dengan ngaji bareng Emha Ainun Najib (Cak Nun) beserta grup Kyai Kanjeng, masyarakat menyadari  pentingnya pembangunan spiritual dalam membangun Kabupaten Wonogiri, hal ini seperti yang telah dicontohkan oleh pendiri Kabupaten Wonogiri, Raden Mas Said atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa, 277 tahun yang lalu, seorang pejuang kemerdekaan telah mampu menanamkan satu pondasi perjuangan untuk terlepas dari penjajahan Belanda. Seorang Raden Mas Said yang pertama kami menanamkan sistem pemerintahan di Kabupaten Wonogiri.

Di harapkan dengan even tersebut mampu memberikan nutrisi rohani dalam membangun Wonogiri yang lebih baik, sekaligus bisa merekatkan ukhuwah islamiyah meningkatkan persatuan dan kesatuan serta mampu membumikan Islam yang rahmatan lil alamin.

Kementerian Agama Kabupaten wonogiri mendukung kegiatan tersebut, karena event tersebut  merupakan salah satu bentuk pelayanan Pemerintah terhadap umat beragama, untuk mencerdaskan bangsa dalam bidang agama. Apabila semua umat beragama tahu dengan ajaran agamanya masing masing, dapat menjaga persatuan intern umat beragama , menjaga persatuan antar umat beragama, dan apalagi mereka dapat mengamalkan kepercayan sesuai yang dianutnya maka akan terciptanya kerukunan antar umat beragama sehingga terciptanya suasana hidup yang rukun dan harmonis di wilayah NKRI. (H. Mursyid & H. Heri/Wul)