Peringati Hari Santri 2017, Kemenag Klaten Gelar Upacara

Klaten – Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar pada 22 Oktober 2017 tersebut bertujuan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama dan santri sebagai upaya meneguhkan peran santri dalam bela negara, menjaga pancasila dan NKRI.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerin Agama Kabupaten Klaten Masmin Afif dalam amanat upacara Hari Santri 2017 yang dilaksanakan di halaman Kemenag Klaten yang diikuti oleh seluruh ASN Kemenag, Penyuluh, Pengawas, dan Penghulu, (23/10).

Kegiatan ini juga sesuai dengan edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor : 22664/SJ/DT.I.V/HM.01/10/2017 tanggal 13 Oktober 2017 tentang Hari Santri Tahun 2017 dan surat dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor : 9567/Kw.11.3/2/PP.00.7/10/2017 tanggal 17 Oktober 2017 tentang kegiatan Hari Santri 2017.

“Dalam surat tersebut disampaikan agar Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota dengan seluruh jajarannya dapat melaksanakan upacara Hari Santri yang dilaksanakan 23 Oktober 2017, Dzikir doa dan sholawat untuk keselamatan bangsa negara serta sosialisasi dan pemasangan spanduk,” ucapnya.

Kemenag Klaten pun sudah menindaklanjuti atas edaran tersebut dengan membat surat edaran agar seluruh ASN Kemenag melaksanakan upacara dan ikut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional ini dengan memasang spanduk dan banner pada masing-masing satker, baik di Madarasah maupun KUA juga.

Kami Kemenag Klaten membuat surat edaran agar seluruh ASN Kemenag dan satker madrasah untuk melaksanakan upacara dan memasang spanduk dan banner ucapan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2017 di masing-masing satker dan KUA Kecamatan se Kabupaten Klaten, tandas Masmin.

Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan,  tanggal 22 Oktober 2017 seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.

Hari Santri Nasional yang telah tiga tahun ini diperingati menjadi momen penting untuk terus menjaga akhlak santri dan meningkatkan kompetensinya. Pesantren sebagai jangkar keislaman tak dapat dipisahkan dari ilmu agama.

Peringatan yang ketiga kalinya ini, Kementerian Agama mengusung tema “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia,” sengaja diusung untuk menegaskan kembali pentingnya peran santri atau pesantren dalam hal keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan. Tiga pilar inilah yang terbukti mampu menyokong keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tegas Masmin.(swd_aj)