Peringati Milad ke-50 MTsN 1 Wonogiri Gelar Ajang Kreasi Seni dan Bazar

Wonogiri – Proses belajar dalam dunia pendidikan dapat juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan aktif interaktif dengan masyarakat secara langsung. Kegiatan tersebut diantaranya adalah kegiatan merancang dan melaksanakan pagelaran atau pameran kesenian dan bazar, dengan tujuan diharapkan mampu menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar berbudaya, belajar mengetahui, belajar bersosialisasi dan belajar menjadi seseorang.

Sehingga proses belajar tidak hanya sekedar proses evaluasi secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun bagaimana ranah pendidikan yang berupa etika, logika, kinestika dan estetika dapat diaplikasikan dalam bentuk kongkrit dan aktual.

Hal tersebut di lakukan MTsN 1 Wonogiri yang menyelenggarakan ajang “Gelar Ajang Kreasi dan Seni (Aksi) Siswa MTsN 1 Wonogiri merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan Milad MTs N 1 Wonogiri yang ke-50 (Minggu,19/3).

Kepala MTsN 1 Wonogiri, H. Sunar di damping Kepala TU, Chusnul Khotimah mengatakan, “gelar ajang kreasi mempunyai tujuan mengenalkan eksistensi madrasah dan sekaligus sosialisasi PPDB serta menggugah kreativitas dalam kemandirian peserta didik madrasah.

Ajang kreasi dan seni siswa menampilkan hadroh, senam PKS, senam  semaphor, tarian ganong dan jathilan serta tari kerincing. Untuk ketrampilan siswa diselenggarakan bazar dengan menampilkan berbagai macam masakan yang dijual maupun dibagikan gratis serta hasil kerajinan tangan karya siswa kelas 7 dan 8.

Menurut Chusnul, sebelum Ajang Kreasi dan Seni (Aksi) juga diselenggarakan Try Out untuk siswa kelas VI SD/MI se Kabupaten Wonogiri yang diikuti 657 siswa. Kegiatan ini disediakan door price yang menarik antara 5 sepeda polygon, Kulkas, Televisi, kompor gas, dispenser dan lain-lain.

“Semoga acara tersebut bisa semakin bermanfaat untuk masyarakat serta sebagai ajang propaganda atau motivasi yang perlu di sampaikan kepada masyarakat bahwa lulusan madrasah terbukti mempunyai kelebihan di banding dengan sekolah umum”,harapnya.

Karena Madrasah lebih berorientasi pada pendidikan moral atau akhlaq yang mampu mencetak generasi sholeh- sholehah tanpa meninggalkan ilmu umum, secara empiris bisa di lihat dan di rasakan banyak alumni yang madrasah yang menjadi menteri, gubernur, bupati dan walikota. (Mursyid_Heri/Wul)