Perjusami MTsN 3 Magelang, Sukses dan Lancar Meski Diwarnai Cuaca Ekstrim

Mungkid – Gudep XI.30.03.05/06 MTsN Windusari menyelenggarakan kegiatan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (PERJUSAMI) yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan Dewan Kerja Penggalang di lapangan MTsN Windusari, 16 s.d. 18 Maret 2018.

Waka Urusan Kesiswaan Tri Harjoko, melalui email Senin, (19/03) menyampaikan bahwa  kegiatan ini dilaksanakan untuk mengisi jeda tengah semester, karena siswa kelas IX sedang mengikuti kegiatan simulasi UAMBN Berbasis Komputer.

Kepala MTsN Windusari Ahmad Zaeni RB, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan pesan agar seluruh peserta kemah mempunyai semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan agar dapat bertumbuh kembang menjadi kader penerus bangsa yang bermoral, disiplin, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma.

“Tumbuhkan semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan latihan Pramuka baik rutin maupun dalam perkemahan ini sehingga kalian dapat menjadi kader penerus bangsa yang bermoral, disiplin, dan  bertanggung jawab sesuai nilai Tri Satya dan Dasa Dharma. Panglima Besar Jendral Sudirman, mantan Presiden Soeharto, mereka adalah contoh tokoh bangsa yang lahir dari Gerakan Kepanduan,” kata Zaini.

Kepala Gugus Depan Dwi Basuki Faqih Usman, menyampaikan  seluruh rangkaian kegiatan perkemahan sejak dari Upacara, PBB, Wide Game dan Pengujian SKU, Semaphore, Tadarus Qur’an, Pentas Seni dan Api Unggun, Out Bond hingga Upacara Penutupan berjalan dengan lancar. Meskipun cuaca ekstrim sangat terasa karena Windusari merupakan pegunungan, sebagian besar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan tidak banyak yang sakit.

“Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan sejak Upacara, PBB, Wide Game dan Pengujan SKU, Semaphore, Tadarus Qur’an, Pentas Seni dan Api Unggun, Out Bond hingga penutupan semuanya berjalan dengan lancar. Melalui kegiatan ini semoga adik-adik Penggalang, selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar kepramukaan, diharapkan dapat terlatih dan terbiasa untuk hidup dan belajar mandiri di alam terbuka,” Dwi Basuki.

Dwi Basuki mengharapkan kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya untuk pembinaan peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menumbuhkan pengetahuan dan sikap yang baik kepada sesama, sehingga dapat menjadi kader penerus bangsa yang kuat untuk mampu menyongsong perubahan zaman. (em/am/bd)