Perkemahan Rohis bentuk kemandirian siswa

Pekalongan– Meski baru dilaksanakan di Kota Santri, kegiatan Perkemahan Rohani Islam yang digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan di Kompi C Yonif 407 Wonopringgo menjadi ajang melatih kemandirian siswa.

Tidak hanya itu, para siswa juga mendapat pembelajaran kedisiplinan dan keorganisasian. Salah seorang siswa SMA 1 Kajen Kabupaten Pekalongan Suci Rejeki (16) mengatakan, banyak hal yang dipelajari dari kegiatan Perkemahan Rohis ini. Salah satunya yakni mandiri seperti tidur ditenda seadanya dan gotong royong berbagi dengan teman. ”Saya senang di sini bisa belajar mandiri.

Tidak manja seperti di rumah yang serba dibantu orang tua. Selain itu juga dituntut disiplin dan berlatih keorganisasian,” katanya. Diungkapkannya, selain mendapatkan pembelajaran mandiri, kegiatan perkemahan Rohis juga menjadi ajang silaturahmi bagi para siswa dan sebagai media untuk menunjukkan bakat dan kemampuan melalui lomba.

Yang tidak kalah penting adalah menunjukkan pada masyarakat bahwa Rohis tidak hanya berperan sebagai ekstra penguasaan ilmu agama namun juga memiliki peran sosial masyarakat. ”Dengan adanya ini mudah- mudahan saya memiliki karakter tersendiri yakni siswa yang cerdas dan islami,” terangnya. Hal senada juga diungkapkan siswa SMK Sragi Kabupaten Pekalongan Nur Afika Sari (16).

Ia mengatakan, dengan mengikuti Perkemahan Rohis beberapa pelajaran yang diambilnya yakni saling menghormati antarsesama peserta serta menjadi ajang mengasah ilmu pengetahuan agama dan formal. ”Saya senang apalagi di sini hanya fokus belajar dan belajar, tidak dipungut biaya alias gratis yang difasilitasi Kemenag Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Kemandirian siswa

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan A Umar mengatakan, kegiatan Perkemahan Rohis ini juga diselenggarakan dengan tujuan melatih kemandirian siswa, melatih menerapkan segala pengetahuan yang telah didapat.

Sehingga diharapkan tidak hanya sekadar cerdas ilmu pengetahuan namun juga memiliki kemampuan dan keterampilan khusus dalam sikap dan perilaku. ”Oleh karena itu, Kementerian Agama sebagai kepanjangan tangan pemerintah mempunyai kewajiban membina, mendorong dan mengarahkan kader muda agar terwujud generasi emas penerus bangsa,” ujarnya.

Dijelaskannya, acara Perkemahan Rohis juga diisi dengan kegiatan outbond yang difokuskan pada keterampilan kepemimpinan, jurnalistik, kewirausahaan dan keagamaan, dengan harapan para peserta nantinya bisa menjadi pionir di sekolah dan di lingkungan masyarakat.

”Kegiatan outbond ini diisi dengan berbagai permainan, diskusi dan pembahasan program. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan islami, cerdas, pandai menulis dan berwirausaha akan tercipta generasi emas penerus bangsa yang mampu memberikan perubahan berarti bagi negeri ini,” terangnya.

Dalam kesempatan kali ini juga akan diadakan pemilihan pengurus Rohis tingkat Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan ini diharapkan acara yang baru diselenggarakan di wilayah Jawa Tengah ini bisa berjalan sukses,” harapnya. (hufron)