Perkuat Keimanan dan Wawasan Kebangsaan dengan Pengajian Kebangsaan Bagi ASN

Wonogiri – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Perspektif Multi Kultural bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Wonogiri, Pemerintah Kabupaten Wonogiri di dukung Kantor Kementerian Agama menyelenggarakan pengajian kebangsaan bersama Bupati Wonogiri, Senin (28/05) bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri yang di ikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten maupun ASN OPD termasuk lembaga vertikal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Subadi yang hadir dalam acara tersebut berharap dengan kegiatan pengajian kebangsaan tersebut mampu memberikan kesejukan dan kedamaian bagi masyarakat Wonogiri, khususnya bagi para ASN. Disisi lain sekaligus kita menginginkan isi tauziah tentang hakekat beragama dikaitkan dengan implementasi Sesarengan Mbangun Wonogiri serta memperkuat jalinan persatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Kepada jajaran ASN di Kabupaten Wonogiri, Ka. Kankemenag mengajak masyarakat khususnya ASN untuk meningkatkan ibadah dan keimanan kepada Allah SWT maupun ibadah sesama manusia, termasuk menguatkan komitmen kebangsaan dengan 4 pilarnya yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Semoga dengan kegiatan pengajian kebangsaan yang di helat perdana bagi ASN ini bisa meningkatkan wawasan, keimanan dan ketangkawaan serta meningkatkan etos kerja dan harus bisa mengambil suri tauladan, yakni keuletan, keikhlasan, ketekunan dan keyakinan dalam bersikap,” harap Subadi

Di sisi lain, bahwa dengan adanya kegiatan pengajian kebangsaan di bulan ramadan ini adalah salah satu ikhtiar mempererat silaturahmi, menciptakan persatuan dak kesatuan sesama ASN di kota gaplek.

Sedangkan Ustadz Muhammad Hadik dalam tausiahnya menyampaikan bahwa bulan suci ramadan merupakan bulan penuh berkah, bulan yang penuh dengan limpahan rahmat, ampunan, dan karunia Allah SWT ini merupakan ladang amal shalih yang mampu mengantarkan umat muslim  kepada derajat ketakwaan.

Terutama untuk meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan juga diharapkan dapat melahirkan wawasan keagamaan yang seimbang, moderat dan inklusif serta sikap toleran di kalangan umat beragama, yang pada gilirannya dapat menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai.

“Seseorang yang berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa, maka dia tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Hal ini sesuai dengan tujuan utama dari puasa itu sendiri, yakni pengendalian nafsu. Siapapun orangnya yang dapat mengendalikan nafsu, maka dia akan menjadi pribadi terbaik,” pesannya . (Mursyid_heri/Wul)