Perkuat Koordinasi dan Soliditas Kankemenag Dengan Satker

Wonosobo – Usai menyimak peringatan nuzulul Quran yang dihelat oleh Kanwil Kemenag Jateng dan Pemprov Jateng di masjid Agung Jawa Tengah secara virtual melalui zoom meeting, pada hari Senin malam (3/5) Kakankemenag Kab. Wonosobo Ahmad Farid, sampaikan motivasi dan penguatan soliditas antar Kankemenag Kab. Wonosobo dengan Satker dalam hal ini KUA Kecamatan.

Ia katakan untuk mewujudkan visi dan misi dan program kerja Kementerian Agama dibutuhkan kerjasama yang baik antar satker. Salah satunya dari program kerja tersebut yaitu pembangunan zona integritas dan reformasi birokrasi, “Pembangunan Zona Integritas adalah tuntutan institusi untuk memaksimalkan kinerja dan meningkatkan pelayanan terbaik pada semua layanan, untuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama yang baik di lingkungan kerja,” kata Farid.

Ia meminta kepada seluruh satker agar menerapkan lima nilai budaya kerja dan terus berinovasi dalam pembenahan layanan yang baik, “berlomba-lombalah untuk membuat inovasi peningkatan layanan kepada masyarakat. Saya ingat betul pesan Menag yaitu baiknya kita itu banyak pintu tapi satu meja daripada kelihatannya satu pintu tapi banyak meja,” tambahnya.

Farid bermaksud untuk mendorong jajarannya menciptakan terobosan layanan dengan kemudahan era digital dimana semua pelayanan baik permohonan nikah, permohonan rekomendasi dan layanan lainnya bisa dilakukan secara online yang akan memudahkan masyarakat.

Hal lain ia sampaikan terkait apresiasi prestasi Tahfidz Al-Qur'an bagi siswa sekolah. Kakankemenag Kab. Wonosobo mewakili jajarannya berkeinginan htiar untuk memberikan penghargaan atas prestasi siswa dengan diberikan Sertifikat Tahfidz dari Kankemenag Wonosobo.

Selaras dengan inisiasi Ahmad Farid, Kasi PAIS Kankemenag Kab. Wonosobo dalam kesempatan yang sama mengatakan inisasi tersebut dirasa akan mendorong jiwa kompetitif siswa untuk berprestasi di bidang keagamaan, “saya sengan sekali dengan adanya inisiasi tersebut, semoga segera terealisasi dan akan kami sampaikan kepada Guru PAI di sekolah untuk memotivasi siswanya,” tandas Fakih.

Acara berakhir dengan ditandai penutupan oleh Kasi Bimas Islam yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan diskusi usai menyimak peringatan nuzulul Quran. Ps-ws