Perlunya Persiapan dan Kejujuran Pengawas Ujian

Banjarnegara – Mendekati Ujian Nasional dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional pada Madrasah Aliyah Negeri, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui Seksi Madrasah mengundang Kepala Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta, Pengawas mts/ma, kepala, pengawas ruang, tekhnisi dan proktor UAMBN-BK MA sejumlah 170  dengan agenda Rapat Koordinasi Jumat ini (23/03) di Aula Kantor. mulai tanggal 3 April mendatang ujian sudah mulai di gelar.

Kakankemenag Kota Banjarnegara H. Masdiro, menyampaikan bahwa jaman milenia, kegiatan pendidikan di Madrasah harus memanfaatkan teknologi IT dan tuntutan jaman untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi bagi guru dan pengawas. Di karenakan ujian sekarang juga sudah berbasis komputer, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional – Berbasis Komputer (UAMBN – BK).

“Prinsip Do-Check- Action perlu di terapkan pada Ujian madrasah kali ini,” terangnya. Untuk itu perlu persiapan sesuai target 3 S, yakni Sukses Perencanaan, Sukses Hasil, dan Sukses Laporan.

UAMBN juga sebagai tolak ukur kualitas hasil kegiatan belajar-mengajar di madrasah maka perlu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, walau bukan penentu kelulusan, tambahnya.

Terkait pengawasan ujian, Masdiro berpesan untuk agenda ujian ini harus di dilaksananakn dengan jujur, tranparan akuntabel dan bermartabat dalam rangka mendidik generasi yang berkarkter yang di mulai dari guru dan pengawas yang menjadi contoh bagi anak didik. “Salah satu bentuknya berupa dukungan pakta Integritas Pengawas yang dilakukan sebagai kegiatan ujian,” ucapnya.

Tidak ketinggalan sinergitas kegiatan ujian madrasah perlu dibangun dengan stackholder terkait agar kegiatan ujian tidak ada kendala, masalah juga keamanan terjaga. Hal-hal teknis diharapkan mulai dipersiapan seperti teknisi, infrastruktur, sarana-prasarana, tidak ketinggalan persiapan koneksi internet dan genset sebagai backup.

Harapan pelaksanaan bisa berhasil, sukses dan juga perlu kerjasama semua pihak, seperti  orang tua-guru-madrasah-stackholder-panitia ujian-dan pengawas ujian juga siswa, pungkasnya (Nangim/bd).