Permasalahan Tunjangan Perlu Koreksi dan Keiklasan

Banjarnegara –Salah satu yang menjadi kebutuhan dan termasuk hajat hidup orang banyak dalam dunia pendidikan adalah Tunjangan Profesi Guru (TPG). Tunjangan bagi guru ini di madrasah merupakan hajat hidup yang perlu diperhatikan, baik guru PNS dan Non PNS.

“Hal ini merupakan salah satu prioritas saya sebagai Kepala Kankemenag yang di tugaskan di Banjarnegara,” terang H. Masdiro saat pembukaan Rakor tim verifikasi berkas TPG di Aula Masjid Al Ikhlas Senin (05/02).  Tim berasal dari Pengawas madrasah tingkat MA, MTs, MI dan RA, perwakilan Kelompok Kerja Kamad sejumlah 65 orang.

Proses keterlambatan bisa yang terjadi diharapkan untuk tidak terulang, perlu evaluasi terkait berkas yang masuk, ketelitian pemeriksaan berkas yang masuk dan jangan terlambat saat pengumpulan berkas, lanjutnya.

“Terkait regulasi dari Kanwil sudah mengusukan agar regulasi lebih awal diterbitkan, karena menjadi dasar aturan dan tidak di terbitkan terlambat di akhir tahun,” harapnya.

Pemeriksaan di tingkat kecamatan bisa benar, betul dan tepat waktu juga mempersiapkan hal-hal yang penting terkait administrasi. Di karenakan ada yang perlu diantisipasi seperti sistem Simpatika yang belum bisa di cetak.

Senada dengan Kepala Kankemenag, Slamet Wahyudi selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah berharap Tugas dan Fungsi Tim Verifikasi juga perlu untuk dipahami di laksanakan dengan sebaik-baiknya. “Jangan lupa tugas tim juga diniati ibadah, juga keikhasan dalam tugas,”katanya.

Dengan hampir 1.600 penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) perlu diperhatian dan dikerjakan serius. Jangan sampai dholim terkait tunjangan yang bermasalah dengan ketelitian dalam administrasi dan koreksi pada permasalahan yang sudah pernah terjadi, pungkasnya (Nangim/bd)