Persiapan dan Simulasi Jelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Untuk Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren di Wilayah Jawa Tengah

Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengadakan rapat koordinasi guna persiapan dan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren se kab/kota di Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut disiapkan tentunya karena melihat kondisi yang berangsur membaik dengan penurunan jumlah kasus Covid-19.

Sesuai dengan izin pemerintah, pemberlakuan PTM hanya di daerah yang sudah memasuki PPKM level 1, 2, 3 dan harus memenuhi syarat Prokes 5M + 1D dalam penyelenggaraannya.

Persiapan ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Kabid Penmad, Kabid PD. Pontren, dan Kepala Madrasah Kab/Kota se Jawa Tengah beserta Jajarannya melalui virtual Zoom Meeting.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad menyampaikan bahwa untuk mempersiapkan PTM ini, harus memenuhi syarat protokol kesehatan yang ketat, baik dari sekolah, guru, siswa, maupun orang tuanya.

”Untuk melakukan uji coba atau PTM terbatas ini, agar diperhatikan betul untuk persiapannya, baik dari sekolah, guru, siswa maupun orang tuanya. Diharapkan ada satgas Covid di masing-masing lembaga untuk memastikan guru, ustad dan ustadzah di pesantren yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran kita harus sudah di vaksin dan sehat,” kata Musta’in.

Dengan keterbatasan vaksin di Pondok Pesantren wilayah Jawa Tengah, Kakanwil berharap para Kasi Pontren dan Kasi Pakis segera menguatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Sedangkan dua Sekolah, yakni Pendidkan Madrasah dan Pondok Pesantren yang berada di Kota Magelang dan Kab. Purworejo tetap melakukan pembelajaran secara daring (Online), karena kedua daerah tersebut masih dalam kondisi level 4.

“Kita tentu ikut prihatin karena Kota Magelang dan Kab. Puworejo masih level empat, artinya disitu tidak ada uji coba  PTM. Diharapkan agar semua pihak dapat mematuhi kebijakan ini dan tetap melakukan pembelajaran daring,” imbuh Kakanwil.

Senada dengan Kakanwil, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Prov. Jateng, H. Saifulloh mengajak semuanya mematuhi kebijakan pemerintah dalam pelaksanaanya, diberengi dengan disiplin prokes ketat, sehingga aman dan terkendali.

“Prokes dilakukan dengan ketat, sehingga nanti dalam pelaksanaan PTM ini kita betul-betul aman dan tidak terjadi klaster covid-19 lagi. Kebanyakan yang terjadi setelah levelnya turun, masyarakat menjadi lengah dan itu bisa menaikkan jumlah kasus dan angka level,” ujar Saifulloh.

Hal ini tentu tidak mudah untuk menjalankannya, maka dari itu diharapkan semua yang telibat dalam pembelajaran perlu waspada, semangat, dan tetap disiplin dalam prokes.(Dian/Ali)