Persiapan matang kunci sukses UN

Kudus – Memasuki usia yang ke-37, MTsN 1 Kudus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Berbagai upaya untuk meraih sukses dan peningkatan kualitas antara lain dengan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menarik bagi siswa serta dengan meningkatkan percaya diri siswa untuk berjuang sekuat tenaga dengan cara yang benar. Sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang Ujian Nasional yang akan segera dilaksanakan, MTs 1 Kudus menyelenggarakan Sosialisasi UN bagi para murid dan menghadirkan wali murid. Acara ini sekaligus sebagai upaya membekali anak didik supaya siap secara mental spiritual dengan diadakan istighosah. Pada kesempatan itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmadi, MAg, hadir memberikan pembinaan. Selain Kakanwil, hadir pula Kepala Kemenag Kab. Kudus, Habib Ahmad Farid Assegaf, dan KH. Sya’roni Ahmadi.

Menurut Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Kudus, acara seperti ini merupakan kegiatan rutin untuk mempersiapkan menghadapi UN tersebut sekaligus memperingati Hari Lahir MTsN 1 Kudus. Musyafak bertekad untuk membawa MTsN 1 Kudus menjadi lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Demikian pula hari esok harus lebih baik dari hari ini”, kata Ali dalam sambutannya. Untuk memompa motivasi para murid untuk berprestasi Juara 1 UN SMP/MTs se Kab. Kudus akan diberikan hadiah berupa 1 unit sepeda motor.

KH. M. Sya’roni Ahmadi menyampaikan taushiyah tentang pentingnya pondok pesantren dalam institusi pendidikan. “Kalau saya amati seluruh lembaga pendidikan formal yang memiliki pondok pesantren mengalami perkembangan yang cukup signifikan”, ungkapnya. Menurutnya,kunci kesuksesan dalam hidupnya adalah orang yang memiliki ilmu dan mempunyai akhlakul karimah. Oleh karenanya lembaga pendidikan formal yang ditunjang dengan pondok pesantren sudah sewajarnya menjadi lembaga yang sukses dan melahirkan generasi yang handal, siap menghadapi tantangan zaman.

Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh H. Ahmadi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Selain mempelajari materi pelajaran, para murid juga perlu mempersiapkan diri dari segi psikologis supaya dapat mengikuti UN dengan optimal”, kata Ahmadi. Banyak siswa yang cerdas, pintar dalam berbagai mata pelajaran sukses dalam ujian nasional. Tetapi juga ada siswa yang cerdas dan pintar dalam mata pelajaran merasa pesimis, mencari bocoran soal, membeli kunci jawaban, dan sebagainya. Tetapi dengan adanya kegiatan seperti ini menunjukkan adanya upaya positif untuk memperkuat mental dan spiritual hingga benar-benar siap menghadapi ujian yang sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan pada jenjang selanjutnya.

Ahmadi juga menggarisbawahi pernyataan KH. Sya’roni bahwa antara ilmu dan amal shaleh mempunyai korelasi yang sangat kuat. Untuk itu peningkatan kualitas pendidikan agama dan peningkatan kualitas kehidupan beragama menjadi bagian yang sangat penting dalam Kementerian Agama. “Jika para pemeluk agama sudah mempunyai pengetahuan yang utuh, kehidupan umat beragama berjalan baik maka keharmonisan dan kerukunan umat beragama akan terwujud. Berangkat dari madrasah, semuanya bisa diwujudkan. Di madrasah ilmu pengetahuan dan karakter akhlakul karimah menjadi ciri khas lembaga pendidikan ini.(fat)