Persiapan PAT, MTs N 1 Banjarnegara Bentuk Tim Pembuat Soal

Banjarnegara – Mengacu pada kalender pendidikan, pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun ajaran 2020/2021 untuk jenjang MTs direncanakan digelar pada tanggal 2 Juni 2021 sampai 8 Juni 2021. Untuk itu sebagai langkah persiapan, melalui surat edaran Koordinatorat Kelompok Kerja Madrasah (K3M) pada tanggal 30 April 2021 dijelaskan bahwa, kegiatan penyusunan soal, kisi-kisi  dan kunci jawaban PAT kelas VII, VIII yang akan dilaksanakan secara mandiri.

Selanjutnya, masing-masing penyusun untuk membuat kisi-kisi, naskah soal dan kunci jawaban PAT semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 paling lambat 8 Mei 2021. Selanjutnya, pengumpulan kisi-kisi dan naskah soal kepada pengurus K3M atau waka kurikulum masing-masing madrasah. Dan terakhir, soal pilihan ganda 50 soal, Kecuali mapel Matematika dan IPA masing-masing 40 soal.

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Yuniayati selaku Waka Kurikulum Mts N 1 Banjarnegara menugaskan beberapa Guru Madrasah untuk membentuk tim soal PAT.

“Assalamu'alaikum… Berdasarkan surat di atas, maka guru-guru yang tersebut di bawah ini untuk melaksanakan tugas membuat kisi-kisi dan soal PAT sesuai ketentuan yang ada dalam surat,” pesan Yuniyati melalui Grup WhatsApp pada Sabtu, (01/5).

Adapun tim pembuatan soal PAT yang terdiri dari Guru MTs N 1 Banjarnegara antara lain;

  1. Qur'an Hadits VIII : Siti Solikah, S.Ag selaku Guru Al-Qur’an Hadits
  2. Fikih VIII : Muthowiyah, S.Ag selaku Guru Fikih
  3. SKI VIII : Pono Suhayitno, S.Pd.I selaku Guru Akidah Akhlak
  4. B. Indonesia VII : Risky Arbangi Nopi, S.Pd selaku Guru Bahasa Indonesia
  5. B. Arab VIII : Musfiatul Muniroh, S.Pd.I, M.Pd selaku Guru Bahasa Arab
  6. B. Inggris VII : Widi Widayati, S.Pd selaku Guru Bahasa Inggris
  7. Seni Budaya VII : Muhamad Mara Sasongko, S.Pd selaku Guru Penjasorkes
  8. PKN VIII : Titik Sri Lestari, S.E selaku Guru Mapel PKN.

Yuniyati menambahkan untuk guru yang akan membuat soal agar membuat bank soal.

“Saya mengusulkan untuk membuat bank soal. Tujuannya supaya peserta didik mempunyai referensi beragam soal yang bisa dikerjakan sebagai latihan. Adapun pertimbangannya karena dalam setiap pelajaran semakin banyak latihan mengerjakan soal, maka akan semakin mudah dalam menjawabnya. Untuk itu semua guru diharapkan aktif untuk membuat soal. Namun yang harus diperhatikan, soal yang dibuat tidak hanya banyak tapi juga harus berkualitas atau biasa disebut dengan soal HOTS,” terangnya.

Secara khusus, Yuniyati menyoroti tentang kisi-kisi soal. Dalam usulannya, setiap satu kisi-kisi agar dibuat 3 soal berbeda, sehingga nantinya akan ada 3 paket soal. Tujuannya agar soal lebih bervariasi, tim pembuat soal PAT dapat menentukan mana soal yang berkualitas dan cocok untuk diujikan pada PAT mendatang. (risky/ak)