Persiapan UN, MTsN 6 Boyolali Gelar UCUN

Ngemplak (MTsN 6) – Ada yang berbeda saat memasuki MTsN 6 Boyolali selama satu minggu ini. Tidak seperti Madrasah biasa, di sini mata tersejukkan oleh anak-anak kelas 9 yang sibuk belajar sebelum memasuki kelas. Bahkan, ada beberapa anak yang sengaja datang pagi-pagi hanya untuk belajar sebelum memasuki jam pertama. Ternyata mereka selama seminggu ini akan menghadapi Uji Coba Ujian Nasional ( UCUN ). UCUN sendiri dimulai tanggal 12 – 16 Maret 2018, sedangkan mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran UN, PAI, dan Bahasa Arab.

Salah satu tujuan diselenggarakannya UCUN adalah membangun keyakinan anak-anak, menyiapkan mental psikologis, dan mengukur kemajuan materi pembelajaran yang telah diterima anak-anak dengan target peningkatan nilai. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala MTsN 6 Boyolali, Nur Hudaya Sholichin mengatakan, UCUN sebagai tolak ukur kesiapan siswa dalam menghadapi UN dan UAMBN, oleh karenanya UCUN ini harus sukses.

"Suasana MTsN 6 pada pagi hari ini memang berbeda. Siswa siswi kelas IX sibuk berkutat dengan buku pelajaran. Mereka mempersiapakan diri untuk menghadapi UCUN dengan sebaik baiknya. Itu artinya, mereka sudah siap menghadapi UCUN, meskipun jadwalnya mendadak,” ungkap  Dwi Warsono, salah seorang guru di MTsN 6 Boyolali.

Anak-anak itu kelihatan serius dan ceria, dengan seragam biru putih. Namun, mereka tampak merasa lebih jadi diri sendiri saat mengerjakan ujian. Anak-anak itu suka kedapatan sedang asyik berpikir. Di tengah berbagai kondisi tubuh dan pikiran, mereka masih “iseng”, membuat suasana ujian nyaman untuk diri mereka sendiri, bahkan juga membuat pengawas ujian betah berlama-lama di ruangan. “Bisa sering-sering kayak gini, duh asyiknya. Itu yang membuat bahagia, “ kata salah satu pengawas UCUN di MTsN 6 Boyolali.

Pengalaman pertama menghadapi UCUN adalah pengakuan yang disampaikan hampir semua peserta ujian. Pada mulanya siswa siswi terlihat tegang, tetapi akhirnya hilang sehingga sekat prasangka UCUN adalah momok yang ditakuti pun memudar. “Buat mengerjakan soal ujian, aku enggak pernah mencontek, lho,” kata Walidatul Kamilia Anhar siswi kelas 9G MTsN 6 Boyolali. Dia sangat fasih bicara mengenai berbagai mata pelajaran. Walidatul Kamilia Anhar adalah salah satu anak yang menganggap UCUN sebagai bagian penting dari proses menimba ilmu sebagai siswi Madrasah.

UCUN yang diselenggarakan tersebut untuk mengetahui  kemampuan dan meningkatkan nilai siswa. Paling tidak UCUN menjadi tolak ukur siswa kelas 9 untuk menghadapi UNBK dan UAMBN-BK yang tinggal beberapa minggu lagi, serta untuk meningkatkan kualitas agar MTsN 6 Boyolali masuk ke dalam tiga besar Madrasah / sekolah se-Boyolali.(Alinandri/jaim/Wul)