Persiapkan Peserta Didik, Madrasah Selenggarakan Seminar Bedah SKL UN

Grobogan – Madrasah dalam pelaksanaan Ujian Nasional tidak hanya mempersiapkan sarana-prasana dan hardwarenya saja. Setelah diselenggarakannya kegiatan persiapan menuju suksesnya penyelenggaraan,  madrasah di Kabupaten Grobogan baru-baru ini mempersiapkan materi ajar untuk peserta didik yang akan mengikuti ujian nasional tersebut.

Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 03 Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan penerbit Erlangga Purwodadi Sabtu (11/2) mengadakan kegiatan Seminar Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) UN yang dilaksanakan di tiga tempat sesuai mata pelajarannya. Mata Pelajaran Matematika diselenggarakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Grobogan, bidang studi IPA dilaksanakan di Aula MAN Purwodadi, adapun Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Gedung SKB Kabupaten Grobogan dengan peserta masing-masing 90 guru, sehingga semuanya berjumlah 360 peserta.

Ketua panitia Adibatus Syarifah Kepala MTsN Wirosari mengatakan Kegiatan bedah SKL UN ini bertujuan untuk membedah kisi-kisi dan indikator yang terkandung dalam Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKL UN) tahun 2017. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata persiapan yang dilakukan oleh KKMTs 03 Kabupaten Grobogan dalam menghadapi Ujian Nasional tahun 2017. Kegiatan ini ditujukan bagi guru mapel UN jenjang MTs khususnya yang mengabdi pada madrasah di bawah naungan KKMTs 03 Grobogan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan Muh Arifin dalam memberikan sambutan menyampaikan terimakasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir pada kesempatan yang baik ini, mempersiapkan kesiapan materi untuk peserta didik dalam menghadapi UN. Ujian nasional ini, menurutnya, tidak menjadi standart untuk kelulusan siswa sehingga tidak menjadi beban berat bagi mereka. “Tetapi dengan persiapan yang baik akan menjadikan madrasah lebih baik,” ucap Muh Arifin.

Muh Arifin mengharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan seminar bedah SKL UN ini bisa meningkatkan kredibilitas madrasah di Kabupaten Grobogan mengingat jumlah madrasah di Grobogan mayoritas dikelola swasta. “Namun meski banyak yang dikelola swasta madrasah di Kabupaten Grobogan prestasinya tidak kalah dengan negeri,” katanya penuh dukungan.

Beliau meminta kepada peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini sampai tuntas. “Ikutilah sampai selesai sehingga dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan kisi-kisi ujian nasional dan dapat diujicobakan bersama dan juga dapat meningkatkan kualitas output/lulusan peserta didik di lingkungan KKMTsN 3 Grobogan khususnya dan di lingkungan madrasah pada umumnya,” pintanya.

Lebih lanjut Muh Arifin mengajak pengelola madrasah untuk meningkatkan pengelolaan lembaga pendidikannya. Peserta didik bisa meningkatkan prestasi tentunya mesti diimbangi dengan sarana dan prasarana yang menunjang di madrasah. Dengan kualitas pengelolaan yang baik serta sarana dan prasana yang baik pula madrasah akan maju dan berkembang. Meski sekarang ini masih dilihat dari segi kuantitas maju dan tidaknya madrasah, tapi kalau tidak dibarengi dengan pengelolaan kualitas yang baik, madrasah tidak akan mendapat kepercayaan di masyarakat dan maju tapi malah mungkin bisa mengalami kemunduran.

Muh Arifin menambahkan kebijakan Kementerian Agama untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam penciran tidak seperti tahun kemarin per tiga bulan sekali tetapi akan digelontorkan per enam bulan sekali karena menyangkut laporan pertanggung jawaban yang harus riil dalam penggunaan dan dilaporkan ke Kemenag. Mengenai tunjangan fungsional guru swasta, terangnya, alhamdulilah tidak ada kekurangan dalam penganggaran.

Pemateri kegiatan ini disampaikan panitia merupakan tim penulis soal UN Provinsi Jawa Tengah yang sudah mumpuni dan ahli di bidang masing-masing, serta memiliki jam terbang yang tinggi dan pengalaman yang teruji. Selain memberikan ulasan kisi-kisi atau indikator soal yang tepat sesuai SKL UN, tim ahli juga memberikan smart solution berupa cara-cara pengerjaan soal ujian dengan mudah dan tepat.

Dengan kegiatan ini guru diharapkan lebih matang dalam menguasai materi UN serta mampu mengantarkan peserta didik dengan materi yang berkualitas dan smart untuk kesuksesan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 nanti.(bd-pr/gt)