Persiapkan UN, Kemenag Kendal Gelar Koordinasi

Kendal – Kantor Kementerian Agama Kab. Kendal mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Madrasah Beratandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019, serta pengarahan teknis pengerjaan ARD (Applikasi Raport Digital) dan pengisian PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah), berlangsung di aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)  1 Kendal, Kamis (10/01).  Peserta rapat koordinasi yang terdiri lembaga MTs dan MA yakni Kepala sekolah, Waka kurikulum, serta operator dan atau proktor sebanyak 49 lembaga MTs dan 16 lembaga MA.

Rapat koordinasi ini digelar guna lebih mempersiapkan Madrasah dalam pelaksaan ujian Tahun Pelajaran 2018/ 2019 mendatang, serta sosialisasi teknis pengerjaan ARD (Applikasi Raport Digital) dan pengisian PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah).

UN merupakan kebijakan Pemerintah dalam Bidang Pendidikan dan juga sebagai salah satu alat evaluasi untuk pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Saerozi saat memberikan sambutan dalam rakor tersebut.

“Pemerintah ingin agar ujian nasional itu mendorong murid belajar, sehingga pemerintah  melakukan perubahan berupa perbaikan mutu dimana ujian nasional akan menjadi alat pemetaan kemampuan murid,” ujar Saerozi.

Dalam rangka mempersiapkan rapor berbasis digital, sosialisasi teknis pengerjaan ARD (Applikasi Raport Digital) dan pengisian PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah) turut dilaksanakan mengingat masih banyaknya tenaga pendidik yang belum memahami cara pengisian rapor berbasis online. Saerozi menekankan nantinya para guru dapat benar benar menguasai teknis pengisian ARD sehingga rapor akan terselesaikan dengan maksimal.

“Kedepannya kita berharap ARD ini akan berkelanjutan karena kalau kita lihat dari surat yang kita terima mengenai ARD ini bahwasanya ARD ini otomotis terintegrasi pada sistem Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) sebagai instrumen data madrasah secara umum ,sehingga kebermaknaan informasi ARD akan bermanfaat jangka panjang dari siswa yang bersangkutan dalam kelanjutan pendidikannya,” imbuhnya

Selain sarana dan prasarana memadai tidak kalah penting harus dipersiapkan adalah SDM yang handal dan mampu secara cepat beradaptasi dengan perkembangan era yang serba digital. Sehingga melalui sistem online nantinya segala informasi terkait pendidikan dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat.

“Semua lini termasuk madrasah tidak luput dari digitalisasi data, sehingga SDM di madrasah juga harus beradaptasi secara cepat dengan kondisi tersebut,” tutup Saerozi. (ja-bel/gt)