Pertama Kali Tampil Tim Robotik MAN 1 Kota Semarang Berhasil Meraih Medali Emas Kompetisi Asia Tenggara

Semarang – MAN 1 Kota Semarang kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Kali ini prestasi diraih dari kompetisi Robotik Tingkat Asia Tenggara. Tim Robotik “Luminous” MAN 1 Kota Semarang yang beranggotakan    Fentika Zahra, Galih Dwi, Komara Indra, Ela Fitriana, Faisal Nur, dan Ayub Fatwa Ibrahim berhasil meraih medali emas kategori Creative dalam kompetisi “Asian Yout Robot Olympiade (AYRO) Singapore 2021

Aris Fachrudin,  selaku Pembina Tim Robotik menyampaikan “Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan MAN 1 Kota Semarang karena tim robotic MAN 1 Kota Semarang baru saja dibentuk dan pertama kalinya mengikuti kompetisi langsung mendapatkan medali emas tingkat Asia Tenggara.” Aris Fachrudin

Robot yang berhasil meraih medali emas tingkat Asia Tenggara ini dirancang dalam rangka penerapan protokol Kesehatan di madrasah dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) yang tahap uji cobanya sudah dilaksanakan di MAN 1 Kota Semarang. Dalam rangka mengantisipasi dampak negative b adanya potensi penularan covid-19 di lingkungan madrasah, Tim Robotik Luminous MAN 1 Kota Semarang menciptakan robot “Covid Heroes Bot” yang berfungsi untuk membantu madrasah dalam pelaksanaan PTM saat pandemi agar bisa berjalan dengan baik. Ungkap Aris

Ketua Tim Robotik MAN 1 Kota Semarang Fentika Zahra mengatakan bahwa sistem kerja robot ini adalah setiap siswa yang masuk kepintu gerbang MAN 1 akan dilakukan pengecekan suhu secara otomatis, jika suhu diatas 37 derajad maka sensor akan menyala membukana pintu jalur evakuasi dan robot mobil klinik akan menjemputnya, lalu mobil akan membawa menuju ke klinik untuk peemriksaanlebih lanjut oleh satgas covid.

“Jika siswa dengan suhu dibawah 37 maka akan secara otomatis pintu akan terbuka dan secara otomatis akan diberikan hand sanitizer dan masker, jika siswa membawa barang bawaan seperti tas maka barang akan diperiksa secara otomotis terkait sterilisasi barang, setelah itu siswa masuk kelas, jika dalam kelas tersebut over load dan jarak tidak aman maka sensor akan berbunyi dan ada peringatan” ungkap Fentika.

Minanur Rahman sebagai salah satu pembimbing tim robotic mengungkapkan kebahagiaannya karena siswa bimbingannya berhasil meraih prestasi yang membanggakan dalam lomba pertamanya. Dia berharap permulaan yang bagus ini dapat menjadi pemicu siswa untuk meraih prestasi-prestasi selanjutnya khususnya dibidang robotic dan bidang-bidang lain secara umum.(Rosidi/HumasDM/bd)