Pesan Dirjen PHU pada Peserta Tes Calon Petugas Haji

Semarang (PHU) – Sebagai bagian dari tahapan rekrutmen calon petugas haji tahun 1439 H/ 2018 M, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah melaksanakan tes kompetensi petugas haji tahap kedua. Pelaksanaan tes dilaksanakan di Asrama Haji Transit Jawa Tengah yang beralamatkan di Jalan Abdurrahman Saleh Manyaran Semarang, Kamis (12/04).

Rekrutmen petugas haji tahap kedua ini terdiri dari dua tahapan tes, yaitu pertama peserta melaksanakan tes dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan menggunakan handphone masing-masing peserta yang berbasis android. Dilanjutkan dengan tes praktek dengan penguji yang telah disiapkan oleh panitia.

Sebelum pelaksanaan kegiatan rekrutmen, tepat pukul tujuh pagi dilaksanakan apel pembukaan yang harus diikuti seluruh peserta tes. Pembina apel rekrutmen petugas haji ini oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani.

Dilanjutkan pengarahan langsung oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali dihadapan 354 calon peserta tes petugas haji. Turut hadir dalam apel pembukaan, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ahda Barori dan tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

Nizar menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan rekrutmen petugas haji ini merupakan kegiatan yang sangat penting karena dalam rangka meujudkan petugas-petugas haji yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kepada jemaah haji untuk mencapai kepuasan jemaah haji.

Dirjen PHU menjelaskan bahwa rekrutmen petugas haji yangg dilaksanakan secara online dan menggunakan sistem tes dengan CAT, tidak ada patokan nilai tetapi berdasarkan obyektifitas dari hasil tes yang dilaksanakan oleh masing-masing peserta.

“Obyektifitas terjadi karena pakai sistem, sehingga tidak dapat dimanipulasi hasilnya. Semua data real time masuk dalam sistem hasil dari yang telah dikerjakan masing-masing peserta,” jelas Nizar.

NIzar berpesan agar seluruh pihak terkait hendaknya bersikap sportif dan mengutamakan sikap profesionalitas dalam penyelenggaraan rekrutmen petugas haji.

“Seluruh calon peserta mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (djs/gt)