Pesan Gus Menteri: Jadi Pribadi yang Berkarakter

Semarang (Humas)- Gus Menteri, Yaqut Qolil Qoumas melaksanakan kunjungan kerja di UIN Walisongo Semarang didampingi langsung oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad pada Minggu (27/09). Kunjungan kerja (kunker) kali ini diawali dengan pemantauan Planetarium UIN Walisongo yang digunakan para mahasiswa untuk belajar tentang ilmu falak dan astronomi. Kemudian Gus Mentri melanjutkan kunkernya menuju Ma’had Al-Jami’ah Walisongo, Semarang.

“Yang harus kita contohkan kepada para generasi penerus adalah karakter. Seseorang tidak akan menjadi apa-apa kalau tidak memiliki karakter yang kuat. Ma’had bisa menjadi tempat yang tepat, menjadi kawah candradimuka untuk menempa karakter yang terbaik para santri,” tutur Gus Mentri dalam sambutan dan pengarahannya kepada para santri.

“Akan jadi baik sekali apabila santri di Ma’had Al Jami’ah yang juga merupakan mahasiswa di UIN Walisongo, karena dengan karakter yang terbaik apapun yang nantinya dicita-citakan pasti akan tercapai. Tidak ada yang tidak mungkin bagi santri. Sekali lagi yang penting adalah karakter dan perilaku,” tegasnya.

Nampak hadir juga Gus Menteri, Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq dan Kepala Ma’had Al-Jami’ah Walisongo, KH. Aad Ismail serta para santri. UIN Walisongo memiliki tagline dan menjadi bagian dari visi dan misi yakni menjadi “kampus untuk kemanusiaan dan peradaban”.

“Catat komitmen dan harapan saya, beritahu saya apa yang dibutuhkan untuk membangun Ma’had ini akan saya tuntaskan. Saya minta adek-adek, para santri disini juga memiliki komitmen, terus belajar dan mengaji yang benar,” pinta Gus Menteri.

Sejalan dengan Gus Menteri, Kakanwil pun menyampaikan bahwa karakter seseoranglah yang akan membentuk bangsa menjadi lebih tangguh.

“Pendidikan karakter seseorang menjadi sangat penting maka dari itu perlunya pendidikan karakter yang diberikan pada kalangan akademis maupun pondok pesantren yang salah satunya adalah UIN Walisongo dan Ma’had Al Jami’ah. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, serta saling bekerja sama,” tutur Kakanwil.

“Selain itu tujuan pendidikan karakter yakni untuk membentuk penyempurnaan diri seseorang secara terus menerus dan melatih kemampuan diri untuk hidup yang lebih baik,” imbuhnya. (pqq)