Pesantren, Garda Terdepan Pembentuk Karakter Akhlak Mulia

Magelang – Pondok pesantren merupakan benteng dan garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada perang kemerdekaan, para santri telah menjadi pioneer dalam melawan penjajahan dengan mengorbankan harta bahkan nyawa demi merebut kemerdekaan.

“Dulu ketika Bangsa Indonesia merebut kemerdekaan, yang menjadi pioner adalah Pondok Pesantren, santri-santri berjibaku melawan penjajah mengorbankan harta bahkan nyawa demi merebut kemerdekaan,” katanya Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Rosyidi, saat memberikan pembekalan pengiriman Kontingen Kemah Santri di Ruang Rapat, Kamis, (5/4/2018).

“Sekarangpun dalam mengisi kemerdekaan, membangun bangsa ini Pondok pesantren tetap menjadi garda terdepan, membentuk generasi yang berkarakter mempunyai akhlakul karimah. Nilai-nilai luhur tersebut merupakan modal penting dalam pembangunan,” kata Rosyidi.

Ahmad Rosyidi menyampaikan semangat juang dan semangat pantang menyerah tersebut selaras dengan nilai-nilai dalam kepramukaan. “Guna menumbuhkan nilai-nilai itu dalam diri santri maka perkemahan santri menjadi wadahnya, maka dari itu kami akan mengirimkan kontingen dalam kegiatan Kemah Santri di Jambi, 9 s.d. 11 April 2018 mendatang,” jelasnya.

Ahmad Rosyidi mengungkapkan Kontingen Kemah Santri dari Kabupaten Magelang kali ini tidak dibebani target juara. “Kami tidak menargetkan juara kepada kontingen, partisipasi yang maksimal yang kami tekankan kepada kontingen agar mereka tidak terbebani,” jelasnya.

Diungkapkan Ahmad Rosyidi, bahwa ada perbedaan dalam penyelenggaran Kemah Santri pada tahun ini dengan ditambahnya cabang perlombaan yaitu lomba Pembuatan Film Pendek. “Ada perbedaan kemah santri tahun ini dengan tahun lalu, pada perkemahan santri tahun ini diadakan perlombaan pembuatan Film Pendek,” katanya.

Melalui perkemahan Pramuka Santri Nusantara tingkat Provinsi nanti, Ahmad Rosyidi berharap dapat membantu minat terhadap gerakan Pramuka dalam pembentukan karakter dalam nilai kesederhanaan, kemandirian, solidaritas dan ukhuwah umah.(am/bd