Peserta Bimwin Diajak Bermain Peran Memecahkan Masalah

Rembang – 25 Catin yang mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan yang diadakan oleh Kemenag Rembang berdiskusi begitu cairnya membahas berbagai persoalan yang mungkin mereka akan hadapi pada pernikahannya. Beberapa pasangan catin pun diminta untuk mempraktikkan dialog suami istri pada sesi pemecahan konflik rumah tangga.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Rembang, M. Mukson mengatakan, role playing (bermain peran) adalah cara efektif untuk meningkatkan partisipasi peserta dalam kegiatan bimwin ini. Model materi semacam ini akan membuat peserta merasa tidak jenuh, bahkan bebas mengekspresikan pendapat mereka.

Pada praktik ini, peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok diminta untuk berdiskusi mengenai suatu topik, kemudian menuliskan di kertas, dan mempresentasikan kepada peserta lainnya. Sehingga pemateri hanya berfungsi sebagai fasilitator.

“Model pembalajaran semacam ini sangat efektif untuk mengeksplorasi apa yang ingin dicapai dari diklat ini. Peserta bebas berekspresi dan kemudian akan ditarik kesimpulan dari hasil diskusi oleh pemateri,” kata Mukson.

Salah satu materi yang menarik yaitu mengenai keharmonisan rumah tangga. Peserta diajak untuk bediskusi mengenai hal-hal yang dapat memicu keretakan rumah tangga. Hasil diskusi, penyebab ketidakharmonisan rumah tangga yaitu orang ketiga, KDRT, dan memutus silaturahim.  Sementara pemicu keharmonisan yaitu tanggung jawab, cinta, kesetiaan, kimitmen, silaturahim, dan anak.

Selama dua hari (27-28/82018), peserta akan diberikan beberapa materi. Antara lain, mempersiapkan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah, mengelola dinamika perkawinan keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, mempersiapkan generasi berkualitas, mejaga kesehatan reproduksi, dan mengelola konflik dan membangun ketahanan keluarga. — iq/bd