Petugas Haji Harus Punya Kompetensi Keilmuan Dan Sikap

Rembang (28/4) –  Petugas Haji yang pagi ini tengah menjalani tes seleksi diminta memahami kewajibannya dalam bertugas. Selain mempunyai kompetensi ilmu, petugas haji diminta untuk mempunyai sikap yang layak sebagai representasi dari Kementerian Agama.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah ketika membuka acara rekrutmen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), pagi ini di aula Kankemenag Kabupaten Rembang.

Diuraikan Atho’illah, petugas haji harus mempunyai dua kompetensi, yaitu kompetensi ilmu dan sikap. “Kompetensi keilmuan wajib dimiliki oleh calon petugas haji, yaitu pengetahuan tentang tata cara berhaji sesuai syari’at, dan perundang-undangan tentang Haji,” jelasnya.

Sementara kompetensi sikap menjadi faktor yang sangat penting dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai petugas haji. “Kata kunci petugas haji adalah berkhidmat kepada jemaah haji. Hal ini terlihat dari seberapa baik pelayanan kita kepada jemaah haji, baik bertutur kata, menjaga sopan-santun, siap membantu, dan selalu ramah kepada jemaah,” papar Atho’illah.

Menurut Atho’illah, petugas haji yang dipilih dari unsur pegawai Kementerian Agama dan masyarakat ini merupakan representasi Kementerian Agama dalam mewujudkan misinya menyelenggarakan pelayanan ibadah haji.

Tes seleksi ini diikuti oleh sepuluh peserta, terdiri atas 3 peserta formasi TPHI, enam peserta formasi TPIHI, dan satu peserta formasi PPIH. Dari 10 orang tersebut akan dipilih tiga orang TPHI, empat orang TPIHI, dan satu orang PPIH untuk menjalani tes lanjutan di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Meskipun jumlah peserta sedikit, namun tes dilakukan secara profesional. Seluruh peserta tidak diperkenankan membawa alat apa pun kecuali alat tulis. Termasuk perangkat handphone. Adapun tes terdiri atas dua sesi, yaitu tes tertulis dan tes wawancara. (ss/bd)