Petugas Monitoring Kemenag RI Terkejut Melihat Kehumasan MIN 2 Sukoharjo

SUKOHARJO – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukoharjo berkesempatan menjadi salah satu madrasah untuk dilakukan monitoring kehumasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Monitoring dilakukan untuk mengukur sejauh mana madrasah dalam memanfaatkan media dalam kehumasan.

Petugas dari bagian data, seni informasi, dan humas Kementerian Agama Republik Indonesia, Prihatin Dwi Susilo, mengaku terkejut ketika pertama kali mengunjungi MIN 2 Sukoharjo pada Jum’at (26/10/2018). Dia tidak menyangka ada lembaga di bawah Kementerian Agama yang mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat luas. “Menurut saya tingkat kepercayaan dari masyarakat dapat dilihat dari jumlah siswanya. Jika jumlah siswa besar berarti tingkat kepercayaannya tinggi,” ungkapnya.

Masih menurut Prihatin, masyarakat luas mengetahui produk yang bagus dari sebuah lembaga tak lepas peran dari bagian humas. Mudahnya masyarakat mengakses berita harus dimanfaatkan oleh bagian humas setiap madrasah. “Di madrasah ini banyak sekali kegiatannya, seperti hari ini ada pentas seni. Dan kegiatan semacam ini harus tersiarkan ke masyarakat luas,” tandas Prihatin di sela-sela menyaksikan pentas seni yang kebetulan sedang digelar madrasah.

Prihatin Dwi Susilo juga berpesan agar jalinan kerjasama dengan media cetak dan elektronik terus dilakukan sehingga syiar madrasah dapat diakses dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. “Humas MIN 2 sudah melaksanakan fungsinya dengan baik, dan ini harus dipertahankan terutama kerjasama dengan awak media. Kebetulan saya tadi juga sempat bicara langsung dengan awak media yang meliput pentas seni,” pesannya di akhir wawancara.

Mewakili Kepala Madrasah, Danuri, Waka Humas MIN 2 Sukoharjo, Anton Purwoko mengaku senang dengan adanya monitoring dari Kementerian Agama Republik Indonesia tentang kehumasan. Hal ini menunjukkan MIN 2 Sukoharjo menjadi salah satu madrasah yang mendapat perhatian lebih dari kantor pusat di Jakarta. “Adanya monitoring ini menambah wawasan bagi madrasah khususnya bagian humas yang kebetulan saya bidangi,” paparnya.

Anton Purwoko juga menjelaskan bahwa madrasah memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan baik berupa isian kuesioner yang diberikan, foto kegiatan, bukti fisik pemberitaan kegiatan di media cetak, serta produk humas madrasah. “Alhamdulillah kami selalu mengarsip setiap kegiatan dan pemberitaannya, sehingga tidakbegitu kesulitan dalam menyiapkan berkas yang diinginkan,” pungkas Anton. (Pry/Djp/bd)