PHDI Klaten Mendapat Gedung

Klaten, Gedung dan Fasilitas sarana dan prasana merupakan unsur pokok bagi lembaga setelah terbentuk. Sebagaimana Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah tahun 2016 mendapat fasilitas anggaran dari Kemenag RI untuk membangun gedung. Gedung yang diberikan melalui PHDI Klaten sangat berfungsi dalam pengembangan umat dan tempat aktifitas umat Hindu dalam komunikasi tradisional setempat.

Pada tanggal (30/11), acara kunjungan dari Kemenag RI Niluh Srimiti Kasi Kelembagaan di Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI dalam acara monitoring dan evaluasi paska pembangunan gedung PHDI, yang di dampingi oleh Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah I Dewa Made Artayasa, Gede Jaman sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gara Hindu Kemenag Klaten sebagai langkah untuk mengetahui realisasi implementasi anggaran pembangunan Gedung PHDI Klaten.

PHDI sebagai lembaga yang mengkoordinasikan semua kegiatan keagamaan dalam membantu Pembimas Hindu, I Dewa Made Artayasa menjelaskan; “bahwa bantuan yang diberikan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenag RI sebesar 500 juta, sebagai pusat kegiatan dan aktivitas keagamaan Hindu dan ini adalah bentuk bukti komitmen pemerintah pusat dan provinsi dalam membina kehidupan sosial beragama”.

Sedangkan Niluh Srimiti; setelah melihat gedung yang dikunjunginya Ia merasa bangga dan puas.” Bahkan Srimiti dengan nada sangat optimis ; “Kita akan terus berjuang ke pemerintah pusat untuk menambah bantuan dana untuk PHDI yang memang sudah sangat memerlukan fasilitas, jelasnya.

Kemudian Srimiti menerangkan; “sebenarnya bantuan yang diberikan untuk gedung PHDI merupakan kewajiban pemerintah terhadap warga negaranya, dan ini juga akan berfungsi untuk pengembangan akses pendidikan terutama mampu mewujudkan perluasan dan pemerataan pendidikan melalui kesempatan memperoleh pendidikan, meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang bermutu di masing-masing umat beragama.” Ungkap Srimiti dalam acara monitoring dan evaluasi.

Selanjutnya Niluh Srimiti sebagai kasi kelembagaan dalam kunjungannya, berpesan berharap umat Hindu di Kabupaten Klaten dan daerah terdekat di Jawa Tengah jangan hanya terfokus pada pembangunan sarana prasana, namun harus bisa melihat peluang ke depan terkait pendidikan keagamaan Hindu guna membentengi generasi muda Hindu di jaman globalisasi. Artinya, tambah Niluh, para tokoh umat jangan hanya terpaku pada pembangunan-pembangunan saja, akan tetapi mampu mengambil kesempatan untuk mendampingi segala kebutuhan ke-umat-an agar terselesaikan sesuai kebutuhan zaman saat ini, pungkas Niluh Srimiti dengan nada serius.(ali/wh)