PHU Kemenag Wonosobo Gelar Penyuluhan Tentang Haji Pada Siswa Madrasah

Wonosobo – Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kankemenag Kab. Wonosobo, adakan penyuluhan tentang haji pada siswa madrasah di lingkungan Kankemenag Wonosobo, Kamis (21/10), yang diikuti oleh tiga puluh siswa perwakilan dari MAN yang ada di Kabupaten Wonosobo, dengan menerapkan protokol kesehatan. Serta, dihadiri langsung oleh Kasi PHU, Dwi Subrata, dan Muhasyim Staff PHU sekaligus bertindak sebagai narasumber acara.

Dwi Subrata dalam materinya menyampaikan tentang Rute Perjalan Haji dari keberangkatan hinga pulang kembali,

“rute perjalanan haji dimulai dari keberangkatan jemaah haji menuju ke pendopo bupati, selanjutya rombongan nanti akan berangkat ke boyolali, terbang ke Madinah melalui bandara adi sumarno Surakarta, kemudian sampai dimadina menuju ke Bir Ali, Makkah, Arafah, Mudzalifah, Mina, kembali lagi ke Makkah selanjutnya kembali ke Indonesia dengan penerbangan dibandara Kaia Jeddah,” terang Dwi Subrata.

Selain rute perjalanan, Dwi Subrata, juga menjelaskan terkait perlengkapan yang perlu dibawa saat melakukan ibadah haji. Ia berharap dengan adanya penyuluhan tentang haji pada siswa madrasah di lingkungan Kankemenag Wonosobo dapat menjadikan sarana edukasi pemberangakatan ibadah haji bagi peserta didik,

“semoga seluruh siswa yang hadir dapat menyimak betul materi yang disampaikan, dan paham alur pemberangkatan haji. jadi ketika diluar nantinya ada yang bertanya terkait pemberangkatan haji, peserta didik dapat menjadi agen of information untuk masyarakat,” tandasnya.

Selanjutnya dilanjutkan materi oleh Muhasyim yang menyampaikan terkait rangkaian kegiatan sebelum pemberangkatan haji, serta prosedur pendaftaran haji,

“daftar tunggu pemberangkatan haji dari awal pendaftaran itu bisa sampai 10-20 tahun karena kuota yang terbatas. jadi jika adik-adik berkeinginan untuk mendaftar haji, bisa untuk mendaftar dari sekarang,” kata Muhasyim.

Sementara itu, Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid, dijumpai diruangannya pada hari yang sama menyampaikan, peserta didik yang duduk di bangku Madrasah Aliyah merupakan generasi milenial yang dekat dengan media sosial. Diharapkan ilmu yang didapat juga bisa di share melalui media sosial agar jangkauannya lebih luas,

“kemajuan teknologi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk hal yang baik. Sosialisasi atau penyuluhan tentang penyelenggaraan ibadah haji diharapkan dapat dilakukan baik offline maupun online agar jangkauaannya lebih luas,” kata Farid.

Lebih lagi di masa pandemic saat ini segala sesuatu berkaitan dengan online. Ps-ws