Pilkatos Sebagai Pembelajaran Demokrasi Bagi Siswa Madrasah

Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Jepara melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilihan Ketua Osis (Pilkatos) bagi siswa SMA/SMK/MA. Bertempat di aula Kankemenag Jepara, Bimtek diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Pembina dan Pengurus Osis pada Madrasah Aliah (MA) se Kabupaten Jepara.25/07

Kepala Kemenag Jepara yang diwakili oleh Lutfiah Kasubbag TU. Dalam sambutannya Lutfiah berpesan pada peserta bahwa pembelajaran di madrasah bukan hanya tentang ilmu, tapi juga kemampuan bersosialisasi di masyarakat termasuk di lingkungan madrasah. Beliau berkata,” jadikanlah pemilihan ketua osis sebagai pembelajaran awal berdemokrasi. Dengan jiwa demokrasi akan menumbuhkan jiwa yang toleran, jujur dan bertanggung jawab.”katanya.

Pengalaman siswa dalam menyelenggarakan Pilkatos dengan didesain seperti pemilihan umum ini akan sangat bermanfaat di kemudia hari. Kemenag juga menghibau agar sekolah mampu menjalankan program Pilkatos serentak ini dengan maksimal.lanjutnya

Komisioner KPU, Subchn Zuhri menyampaikan arahan bahwa Pilkatos serentak tingkat SLTA ini oleh KPU Jepara diklaim merupakan program yang dimulai pada tahun 2015 dan kali pertama dilakukan di Indonesia. “Selama ini sekolah-sekolah memang sudah rutin tiap tahun menyelenggarakan Pilkatos. Tapi untuk yang Pilkatos serentak ini adalah program baru, dan mungkin yang pertama di Indonesia,” ungkap Subchan.

Dalam petunjuk pelaksana tata cara Pilkatos serentak ini, KPU merancang jadwal dan tahapan Pilkatos selayaknya pemilihan umum. Ada 10 tahapan Pilkatos yang mesti dilakukan panitia pelaksana Pilkatos. Mulai dari pembentukan penyelenggara, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, pemantauan, ada juga tahap masa tenang, kemudian pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi penghitungan suara, penetapan calon terpilih, sampai pada tahap pelantikan ketua OSIS.

Penyelenggaraan Pilkatos serentak tingkat SLTA ini, lanjutnya, merupakan program pendidikan politik bagi pemilih pemula. Diharapkan pula dapat meningkatkan pemahaman maupun kesadaran dalam praktik berdemokrasi secara benar di lingkungan sekolah. ”Yang selanjutnya kami ingin menyiapkan pemilih pemula yang cerdas dan berkualitas dan membangkitkan semangat partisipasi dalam setiap even-even pemilu di Jepara,” tandasnya. (jpr/bd)