PIP Tekan Angka Santri Putus Sekolah

Rembang – Program Indonesia Pintar Bagi santri Ponpes diharapkan mampu menekan angka putus sekolah. Dengan PIP, para santri yang tidak mampu bersekolah formal diharapkan mampu menyetarakan diri dengan berijazah sekolah umum layaknya pelajar lainnya.

Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kabupaten Rembang, Musthofa mengemukakan, pihaknya telah menyosialisasikan program pengucuran dana PIP ke sejumlah Ponpes dan dana BOS ke sejumlah Ponpes Penyelenggara Program Kesetaraan Wajar Dikdas, beberapa waktu lalu di Pondok Ash-Shiddiq, Desa Narukan, Kecamatan Kragan.

Musthofa mengatakan, PIP ini ditujukan untuk santri di ponpes yang tidak bersekolah. Harapannya, santri ini bisa memanfaatkan PIP untuk mengikuti program kejar paket.

“PIP ini ditujukan bagi santri yang mau mengikuti program kejar paket. Sehingga nantinya bisa memperoleh ijazah seperti rekan-rekannya di sekolah formal,” kata Musthofa ketika diwawancara Rabu (24/5).

Adapun kuota santri penerima PIP untuk daerah Rembang yaitu 250 santri Ula, 700 santri Wustho, dan 250 santri Ulya. Besaran dana PIP untuk masing-masing jenjang yaitu sebesar Rp 450ribu/santri/tahun (Ula), Rp 750 ribu/santri/tahun (Wustho), dan Rp 1 juta/santri/tahun (Ulya).

Pada kesempatan sosialisasi tersebut, juga disampaikan program pengucuran BOS bagi tiga Ponpes Penyelenggara Wajar Dikdas, yaitu Ponpes Al-Anwar Sarang, Ponpes Al-Hidayah Sarang, dan Ponpes Tahfidzul Qur’an Sarang.

Kuota BOS untuk PPS tahun 2017 ini adalah Al-Anwar sebanyak 241 santri Wustho dan 100 santri Ulya, Tahfidzul Qur’an sebanyak 135 santri Wustho, serta Al-Hidayah Sarang sebanyak 124 santri Wustho.

Besaran BOS untuk PPS Penyelenggara Program Paket Kesetaraan ini sama dengan BOS sekolah formal, yaitu Rp 1 juta/santri/tahun untuk tingkat Wustho dan Rp 1,4 juta/santri/tahun untuk tingkat Ulya.

Musthofa mengatakan, dengan sampainya program PIP dan BOS ini pendidikan santri Ponpes di Rembang akan semakin maju. (ss/BD)