PK On Line Menuju Percepatan Peningkatan Kualitas Guru PAI

Cilacap – Sebanyak 1.289 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se Kabupaten Cilacap, Kamis (15/11) serentak dari 25 titik mengikuti kegiatan Pemetaan Kompetensi (PK) secara On Line. Mereka adalah guru PAI dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

PK On Line merupakan salah satu teknik untuk mempercepat proses pemetaan guru PAI. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi acuan dasar penyusunan program peningkatan kualitas guru PAI. Dengan digelar secara  on line, maka selain data pemetaan akan lebih cepat tersaji juga memiliki keakuratan yang tinggi. Melalui pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat diharapkan akan menembah laju percepatan peningkatan kualitas guru PAI.

Hal tersebut disampaikan Kakankemenag Kab Cilacap melalui Kasi Pendidikan Agama Islam, Nasrun Anwar Hidayat, saat meninjau langsung kegiatan PK On Line di Kecamatan Binangun. Pihaknya turun langsung di lapangan guna memastikan kegiatan berjalan dengan lancar. Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi hambatan yang mungkin timbul, baik yang bersumber dari teknis maupun human error.

“Meskipun ini merupakan kegiatan on line, sistem pengawasan dengan meninjau secara langsung di lapangan diharapkan mampu meningkatkan semangat para peserta. Bagaimanpun, yang namanya kegiatan uji kompetensi sedikit banyak akan mempengaruhi faktor psikologis. Dengan dukungan berupa kehadiran dan nasehat diharapkan akan mampu mengoptimalkan proses dan hasil kegiatan,”Ugkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, PK On Line akan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan data peta kompetensi guru secara cepat dan akurat. Data peta kompetensi guru merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki pemerintah agar kegiatan peningkatan kualitas guru dapat sesuai sasaran.

Dia berharap, PK On Line dapat berjalan sesuai rencana. Sehingga mampu menghasilkan data yang juga sesuai harapan. Kedepan, kegiatan pendidikan dan pelatihan guru betul-betul akan melahirkan guru PAI yang berkualitas. Sehingga dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas kepribadian generasi muda, khususnya mereka yang masih usia sekolah melalui pendidikan agama.(On/bd)