PKB di KKMI Kecamatan Sirampoq Brebes

Brebes, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. Fajarin, mambuka dengan resmi kegiatan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan  (PKB) bagi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Sirampoq, bertempat di Aula MI Tamrinusyibyan 01 Komplek Ponpes Al Hikmah 1 Benda Kec. Sirampoq Brebes, pada Selasa, 26/10/2021  

Acara tersebut  dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Pengawas Madrasah Kec. Sirampoq dan para narasumber, serta peserta sebanyak 15 Orang, yang merupakan kepala madrasah Ibtidaiyah Se-Kecamatan Sirampoq. 

Katua Panitia H. Slamet menuturkan bahwa program ini terlaksana melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan di implementasi proyek Madrasah Education Quality Reform. yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama RI dan sumber pendanaannya melalui pinjaman luar negeri yaitu Bank Dunia (World Bank).

“Program Ini merupakan kerjasama dan kolaborasi, antara Kemenag  RI dan World Bank yang bersinergi untuk meningkatkan kompetensi guru, kepala madrasah, dan kelompok kerja pengawas yang lebih dikenal sebagai Madrasah Reform. Insya Allah sudah terjadwal dalam bentuk kegiatan IN dan ON dalam beberapa hari mendatang,” ujar Slamet.

Kepala Kemenag Brebes H. Fajarin, M.Pd menjelaskan “Bantuan dari Bank Dunia merupakan pancingan agar nantinya terus berkelanjutan dan tak berhenti meskipun proyek telah usai,” jelasnya.

“Bapak dan Ibu yang hadir dalam acara ini, diharapkan dapat mengikuti kegaitan ini dengan baik dan sampai selesai dengan harapan adanya perubahan mindset dan meningkatkan kompetensi yang bermuara pada peningkatkan kualitas pendidikan, dalam menciptakan siswa-siswi yang cerdas lahir batin, berakhlakulkarimah, dan mampu memenangkan persaingan diera globalisasi dab digitalisasi sehingga pendidikan di Indonesia lebih berkualitas dan bermutu,” tambah Fajarin

“Saya selaku Kepala Kantor Kemeneg Kab. Brebes sangat mengharapkan Bapak dan Ibu kepala madrasah serta guru-guru yang ada dapat bersikap moderat, toleran  dan meningkatkan keshalihan baik keshalihan pribadi maupun keshalihan social, sehingga output dan outcomenya dapat dicapai,dimana seorang guru bisa menjadi suriteladan bagi murid-muridnya, lingkung sekolah maupun lingkungan tempat tinggal, hal ini ditunjukan dengan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar yang ada di madrasah masing-masing sehingga  kepercayaan masyarakat akan terus bertumbuh dan slogan “Madrasah Hebat” dapat tercapai,” pungkas Fajarin.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari, mulai 26, 28 Oktober 2021, 01-02 Nopember 2021 dan 02 Desember 2021, dengan metode presentasi, diskusi dan praktek langsung.(Hid/Sua).