Plt. Pembimas Buddha Laksanakan Sosialisasi 5M+1D di KKG Agama Buddha Kab. Pati dan Kab. Jepara

Jepara (Buddha) – I Dewa Made Artayasa selaku Plt. Pembimas Buddha laksanakan Sosialisasi 5M+1D didepan pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Buddha di Kab. Pati dan Kab. Jepara. Kegiatan yang dilaksanakan disela-sela tugas pendampingan monitoring bantuan operasional KKG Agama Buddha di Kab. Pati dan Kab. Jepara dari Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Minggu (22/8) dengan peserta seluruh pengurus KKG Agama Buddha di Kab. Pati yang bertempat di Vihara Eka Dhamma Loka Desa Ngawen, Kec. Cluwak, Kab. Pati dan pengurus KKG Agama Buddha Kab. Jepara bertempat di Vihara Shima Kalingga Desa Blingoh, Kec. Donorojo, Kab. Jepara.

Selain para pengurus KKG Agama Buddha turut dihadiri Paniran selaku Pengembang Tehnologi Pembelajaran pada Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI.

Dalam melaksanakan sosialisasi ini I Dewa Made Artayasa menekankan pentingnya usaha bersama seluruh komponen masyarakat utamanya para pengurus KKG Agama Buddha di kedua kabupaten ini untuk terus tanpa lelah mengajak masyarakat mentaati protokol kesehatan.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu sebagai guru Agama Buddha baik yang PNS maupun Non PNS bersama-sama dengan pemerintah mensosialisasikan gerakan 5M+1D ke seluruh lapisan masyarakat,” ucap I Dewa Made Artayasa.

Dalam kesempatan ini I Dewa Made Artayasa kembali mengulang dan mengingatkan materi  5M+1D yang terdiri dari gerakan; mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan doa.

“Guru itu ucapannya didengarkan oleh masyarakat, maka peran bapak dan ibu untuk membantu mensukseskan sosialisasi prokes ini sangat besar” lanjutnya.

“Saya optimis upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi Pandemi Covid 19 ini segera tercapai, jika bapak ibu terus menerus menyampaian prokes ini ke masyarakat luas,” imbuhnya.

Di akhir kegiatan sosialisasi ini I Dewa Made Artayasa berpesan meskipun pemeluk agama Buddha di Jawa Tengah ini tergolong kecil dari segi jumlah, namun jangan semakin memperkecil diri dengan diam dan tidak melakukan tindakan apapun dimasyarakat yang membutuhkan peran aktif dari guru. (sis/qq)